Drone Terbang di Atas Kapal Bantuan, Madleen Dekati Yunani Menuju Gaza

Rabu, 04 Juni 2025 - 07:35 WIB
loading...
Drone Terbang di Atas...
Kapal bantuan untuk Gaza, Madleen berlayar menuju wilayah yang diblokade Israel. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Thiago Avila, seorang aktivis di atas kapal bernama Madleen, mengajukan permohonan bantuan di Instagram, dengan mengatakan pesawat nirawak terbang di atas kapal tersebut. Kapal Madleen saat ini mendekati Yunani saat menuju Gaza dalam upaya mematahkan blokade Israel di wilayah tersebut.

Kapal lain milik Armada Kebebasan diserang pesawat nirawak pada awal Mei di lepas pantai Malta. Insiden itu oleh kelompok aktivis tersebut disalahkan pada Israel atau salah satu sekutunya.

Kapal Madleen, yang diluncurkan Koalisi Armada Kebebasan (FFC), sedang dalam perjalanan menuju Gaza membawa bantuan kemanusiaan dan para aktivis hak asasi manusia yang memprotes blokade ilegal Israel terhadap Gaza.

Kapal tersebut telah berlayar sebagai tanggapan atas blokade bantuan total Israel terhadap daerah kantong Palestina tersebut sejak 2 Maret, yang telah mengakibatkan kematian puluhan anak karena kelaparan.

Lebih dari 90% dari 2,3 juta penduduk daerah kantong itu menghadapi kekurangan pangan akut, menurut kelompok-kelompok bantuan.

Madleen, yang dinamai menurut nama nelayan perempuan pertama dan satu-satunya di Gaza, berangkat dari Catania, Sisilia pada tanggal 1 Juni, hanya satu bulan setelah pesawat nirawak Israel mengebom Conscience, kapal bantuan Freedom Flotilla lainnya, di lepas pantai Malta.

Perjalanan sejauh 2.000 km (1.250 mil) itu diperkirakan akan memakan waktu tujuh hari, asalkan tidak ada gangguan.

Lokasi kapal dipantau secara langsung oleh Forensic Architecture melalui sistem pelacakan di dalamnya. Lokasi terakhir pada tanggal 3 Juni, pukul 15:00 GMT, adalah sekitar 600 km (375 mil) dari Sisilia.

Siapa Saja yang Ada di Kapal?


Ada 12 aktivis ternama di atas Madleen. Mereka adalah Greta Thunberg, aktivis iklim Swedia; Rima Hassan, Anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina; Yasemin Acar, Jerman; Baptiste Andre, Prancis; Thiago Avila, Brasil; Omar Faiad, Prancis; Pascal Maurieras, Prancis; Yanis Mhamdi, Prancis; Suayb Ordu, Turki; Sergio Toribio, Spanyol; Marco van Rennes, Belanda; Reva Viard, Prancis.

“Kami melakukan ini karena apa pun rintangan yang kami hadapi, kami harus terus mencoba, karena saat kami berhenti mencoba adalah saat kami kehilangan kemanusiaan kami,” tegas Greta Thunberg.

FFC telah menekankan semua relawan dan awak di atas Madleen dilatih dalam antikekerasan dan berlayar tanpa senjata dalam aksi perlawanan sipil yang damai terhadap tindakan Israel di Gaza.

Apa yang Terjadi dengan Armada Sebelumnya?


Bulan lalu, kapal lain yang membawa bantuan ke Gaza dibom oleh pesawat nirawak di perairan internasional di lepas pantai Malta.

Kapal tersebut berupaya mengirimkan bantuan setelah blokade genosida Israel terhadap daerah kantong yang dikepung tersebut.

FFC memberi tahu Al Jazeera bahwa serangan terhadap Conscience pada pukul 12:23 siang waktu setempat (10:23 GMT) pada tanggal 2 Mei membuat lubang di kapal dan membakar mesinnya.

Lima belas tahun yang lalu, pasukan komando Israel melakukan serangan mematikan terhadap Mavi Marmara, kapal terbesar dalam armada bantuan yang membawa para aktivis Turki.

Armada Kebebasan Gaza itu membawa 10.000 ton bantuan kemanusiaan dan telah berangkat dari Istanbul dalam upaya mematahkan blokade Israel terhadap Gaza. Sembilan relawan kemanusiaan tewas pada tanggal 31 Mei 2010 oleh tembakan tentara Israel.

Gaza telah berada di bawah blokade darat, laut, dan udara Israel sejak tahun 2007.

Baca juga: Kelompok Perlawanan Baru Dibentuk, Brigade Martir Mohammed Deif Serang Israel di Golan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved