Arab Saudi Inginkan Jet Tempur Siluman F-35 AS, Superioritas Militer Israel Terancam

Senin, 26 Mei 2025 - 08:25 WIB
loading...
A A A
Komitmen Washington untuk memastikan Israel mempertahankan keunggulan kualitatif dalam kemampuan militer dimulai sejak masa kepresidenan Lyndon B Johnson. Pada tahun 2008, hal itu secara resmi dikodifikasikan menjadi undang-undang yang mengharuskan posisi Tel Aviv dipertimbangkan sebelum penjualan senjata apa pun ke wilayah tersebut.

Doktrin tersebut berakar pada posisi Israel sebagai sekutu demokratis yang dikelilingi oleh tetangga yang sering bermusuhan. Mengingat kerugian geografis dan demografisnya, Israel tidak dapat mengandalkan kuantitas dalam peperangan dan sebaliknya bergantung pada keunggulan teknologi dan taktis.

Selama beberapa dekade, penjualan senjata AS ke negara-negara Arab telah berulang kali menguji QME Israel. Terkadang, hal itu hanya terjadi berkat jaminan AS atau penjualan senjata pelengkap ke Israel.

Pada tahun 1981, Tel Aviv sangat menolak keputusan Washington untuk menjual pesawat pengintai AWACS dan paket peningkatan F-15 canggih ke Arab Saudi, karena khawatir hal itu akan mengikis keunggulan teknologi Israel.

Meskipun mendapat tentangan keras, Kongres AS menyetujui kesepakatan itu dengan selisih tipis, dengan presiden saat itu Ronald Reagan menawarkan Israel serangkaian jaminan, termasuk bantuan militer tambahan sebesar USD600 juta dan 15 F-15 baru.

Baru-baru ini, pemerintahan Trump pada tahun 2020 setuju untuk menjual 50 unit F-35 ke Uni Emirat Arab (UEA) menyusul kesepakatan Abu Dhabi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, meskipun para pejabat membantah adanya hubungan antara keduanya.

Potensi penjualan F-35 menimbulkan tanda bahaya di Israel, tetapi Tel Aviv akhirnya mengatakan tidak akan menentang kesepakatan itu, setelah AS setuju untuk menandatangani perjanjian formal yang menegaskan kembali komitmen Washington yang diabadikan secara hukum untuk mempertahankan keunggulan militer regional Israel.

Pada akhirnya, penjualan itu digagalkan oleh Uni Emirat Arab, bukan QME. Pada tahun 2021, Uni Emirat Arab menangguhkan pembicaraan dengan pemerintahan Biden terkait pembelian pesawat tersebut karena berbagai ketidaksepakatan atas penjualan tersebut, termasuk harga jualnya, dan pada tahun 2024, pejabat di Abu Dhabi mengatakan mereka tidak berencana untuk menghidupkan kembali kesepakatan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran
Rekomendasi
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer Mengarah ke Hulu Kali Boyong
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Peluang Nikita Mirzani...
Peluang Nikita Mirzani Bebas Menguat, Ahli UU ITE Nilai Ada Salah Penerapan Hukum
Berita Terkini
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved