Pesawat Pembawa 6 Orang Jatuh di AS, Hancurkan Rumah dan Lebih dari Selusin Mobil Terbakar
Jum'at, 23 Mei 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sangat terpukul atas kehilangan salah satu pendiri, kolega, dan teman kami," kata STG melalui juru bicaranya, seperti dikutip dari AFP, Jumat(23/5/2025).
Departemen Kepolisian San Diego mengatakan pada Kamis sore bahwa sedikitnya dua orang tewas, tetapi responden pertama di tempat kejadian mengatakan pesawat itu hancur total dan mereka memperkirakan jumlah korban akan bertambah.
Saksi mata, Yasmine Sierra (35), memberi tahu AFP bagaimana dia membantu tetangganya melarikan diri dari rumah mereka yang terbakar saat gelap setelah terbangun oleh apa yang awalnya dia pikir adalah gempa bumi.
“Semua rumah tampak terbakar karena saya bisa melihat asap dan api, pohon-pohon tampak terbakar,” katanya.
Beberapa saat kemudian, dia mendengar teriakan dari tetangganya yang terjebak di taman belakang rumah mereka.
“Saya dan anak saya meraih tangga, kami melompat di atas trampolin, dan kami mencoba melompat sejauh mungkin, untuk melempar tangga itu agar mereka bisa naik ke tangga dan masuk ke halaman belakang rumah kami,” kata Sierra.
Seorang wanita, dua anak, dan dua anjing kecil memanjat tangga untuk menyelamatkan diri.
“Dia sangat sedih ketika dia datang. Saya membawanya ke depan rumah, dan saya mengatakan kepadanya bahwa, Anda tahu, kami harus pergi," ujarnya.
Jeremy Serna (31), yang bertugas di Angkatan Laut, mengatakan bahwa dia dan istrinya terbangun karena suara ledakan keras.
“Kami melihat ke luar, dan langit berwarna jingga. Lalu saya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan semuanya terbakar di sini,” katanya kepada AFP.
Departemen Kepolisian San Diego mengatakan pada Kamis sore bahwa sedikitnya dua orang tewas, tetapi responden pertama di tempat kejadian mengatakan pesawat itu hancur total dan mereka memperkirakan jumlah korban akan bertambah.
Rumah DilalapApi, Mobil-mobil Hangus
Saksi mata, Yasmine Sierra (35), memberi tahu AFP bagaimana dia membantu tetangganya melarikan diri dari rumah mereka yang terbakar saat gelap setelah terbangun oleh apa yang awalnya dia pikir adalah gempa bumi.
“Semua rumah tampak terbakar karena saya bisa melihat asap dan api, pohon-pohon tampak terbakar,” katanya.
Beberapa saat kemudian, dia mendengar teriakan dari tetangganya yang terjebak di taman belakang rumah mereka.
“Saya dan anak saya meraih tangga, kami melompat di atas trampolin, dan kami mencoba melompat sejauh mungkin, untuk melempar tangga itu agar mereka bisa naik ke tangga dan masuk ke halaman belakang rumah kami,” kata Sierra.
Seorang wanita, dua anak, dan dua anjing kecil memanjat tangga untuk menyelamatkan diri.
“Dia sangat sedih ketika dia datang. Saya membawanya ke depan rumah, dan saya mengatakan kepadanya bahwa, Anda tahu, kami harus pergi," ujarnya.
Jeremy Serna (31), yang bertugas di Angkatan Laut, mengatakan bahwa dia dan istrinya terbangun karena suara ledakan keras.
“Kami melihat ke luar, dan langit berwarna jingga. Lalu saya berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan semuanya terbakar di sini,” katanya kepada AFP.
Lihat Juga :