alexametrics

Gara-gara COVID-19, Saudi Minta Pakistan Tak Daftar Haji

loading...
Gara-gara COVID-19, Saudi Minta Pakistan Tak Daftar Haji
Bangunan Kakbah, situs suci umat Islam, di Makkah, Arab Saudi, dikosongkan dari jamaah umrah di tengah pandemi COVID-19, 6 Maret 2020. Foto/REUTERS/Ganoo Essa
A+ A-
ISLAMABAD - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah meminta Pakistan untuk berhenti membuat kontrak untuk pelaksaan ibadah haji 2020. Musababnya adalah dunia, termasuk, kerajaan tersebut sedang dilanda pandemi virus corona COVID-19

Pemerintah Saudi menyampaikan hal itu melalui surat yang ditulis kepada Kementerian Urusan Agama dan Harmoni Antar-Agama Pakistan.

Surat itu, seperti dikutip The Nation, Jumat (27/3/2020), mengatakan semua jamaah harus diarahkan bahwa tidak ada kontrak baru yang akan terjadi karena pecahnya pandemi COVID-19 di seluruh dunia. Sejauh ini baru Pakistan yang menerima surat pemberitahuan dari kerajaan tersebut.



Lebih lanjut dijelaskan bahwa semua langkah ini diambil untuk kesehatan dan kehidupan orang-orang yang datang dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji. (Baca juga: Dapatkah Wabah COVID-19 Meniadakan Ibadah Haji di Arab Saudi?)
Pemerintah Saudi selanjutnya meyakinkan pemerintah Pakistan bahwa mereka secara teratur memantau situasi dan akan memberi tahu Pakistan mengenai perkembangan lebih lanjut.
Bagi Arab Saudi, saat ini penting untuk menghentikan perjalanan jamaah dari seluruh dunia ke tempat-tempat suci umat Islam selama pandemi COVID-19 berlangsung. Terlebih, Timur Tengah mencatat lebih dari ribuan kasus infeksi yang dikonfirmasi.

Data hari ini menunjukkan ada 1.012 kasus infeksi COVID-19 di Arab Saudi dengan 3 orang di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 33 pasien berhasil disembuhkan.

Negara terparah di Timur Tengah adalah Iran dengan 29.406 kasus dengan 2.234 orang di antaranya meninggal dan 10.457 pasien berhasil disembuhkan.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak