Eks Marinir RI Satria Kumbara Ikut Perang Melawan Ukraina, Ini Besaran Gaji Tentara Bayaran Rusia

Senin, 19 Mei 2025 - 14:56 WIB
loading...
Eks Marinir RI Satria...
Mantan personel Korps Marinir TNI AL, Satria Kumbara, ikut perang dukung Rusia melawan Ukraina. Dia menjadi tentara bayaran Rusia. Foto/TikTok @ZSTORM689
A A A
JAKARTA - Mantan prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut Satria Arta Kumbara terkonfirmasi ikut perang mendukung Rusia melawan Ukraina di Donetsk. Dia menjadi tentara bayaran Moskow.

TNI AL menyatakan Satria telah dipecat karena desersi pada 2023; status aktif militernya dicabut sebelum dia berangkat ke Rusia.

Pemerintah Indonesia juga telah mencabut kewarganageraan Satria karena tindakannya kontradiktif dengan Undang-Undang Kewarganegaraan.

Sebagai tentara bayaran Rusia, Satria dilaporkan menerima paket gaji dasar ₽240.000 per bulan (Rp41 juta) dan bonus ₽400.000 (Rp74 juta) saat penandatanganan kontrak.

Baca Juga: Rusia Luncurkan Serangan Pesawat Nirawak Terbesar, Warga Ukraina Panik dan Berlarian

Besaran Gaji Tentara Bayaran Rusia


Rusia bukan hanya merekrut warga negaranya sendiri untuk berperang di Ukraina. Sejak 2023, Moskow aktif merekrut tentara bayaran dari luar negeri—mulai Kuba hingga Asia Tengah—dengan iming-iming gaji jauh di atas pendapatan di negara asal mereka.

Berikut daftar honor terkini para prajurit bayaran asing berdasarkan dokumen pendaftaran, keterangan pejabat daerah, dan investigasi berbagai media internasional:

1. Tentara Bayaran asal Kuba

•Gaji: USD2.000 (sesuai kontrak Departemen Pertahanan Rusia).
•Bonus: USD1.000-USD1500 dan tawaran kewarganegaraan Rusia.

2. Tentara Bayaran asal Suriah (Batalion Cascade)

•Gaji: USD2.600.
•Bonus: Subsidi keluarga USD2.100 per semester.

3. Tentara Bayaran asal Asia Tengah

•Gaji: USD2.200-USD2.400.
•Bonus: USD3.200 dan izin tinggal.


4. Tentara Bayaran asal China

•Gaji: USD2.200
•Bonus: Pengurusan paspor layanan dan visa keluarga.

Menurut laporan RFE/RL, banyak rekrutan asing rela menerima gaji setara USD2.000 demi paket "three-in-one”: kontrak tempur, izin tinggal permanen, dan paspor Rusia dalam 6–12 bulan.

Jika melalui bursa perantara, calon tentara bayaran kerap membayar “biaya administrasi” senilai USD3. 500) kepada makelar untuk diterbangkan ke pusat pelatihan Tula, Rusia tengah.

Tak hanya dalam perang Rusia-Ukraina, Moskow juga merekrut tentara bayaran di bawah jaringan Wagner Group untuk kawasan konflik tinggi seperti di Afrika dan Suriah, dengan tawaran gaji US4.000 dan imbal hasil tambang.

Laporan lain dari Reuters, Presiden Vladimir Putin pernah mengeluarkan dekrit pada 31 Juli 2024, yang memerintahkan pengandaan bonus untuk sukarelawan yang meneken kontrak dengan Kementerian Pertahanan (MoD) menjadi ₽400.000 atau sekitar USD4.650. Pemerintah daerah juga diminta “menyamai atau bahkan melampaui” jumlah tersebut.

Selain pemerintah, perusahaan militer swasta (PMC) seperti Redut dan Wagner Group juga aktif merekrut tentara bayaran asing. Kedua perusahaan ini membayar antara USD1.800–USD2.200 per bulan untuk kontrak 3–6 bulan, sedikit di atas skema Departemen Pertahanan, guna menarik veteran spesialis. Eks tentara bayaran Wagner Group di Afrika dilaporkan masih menerima imbalan USD3.000–USD5.000 per bulan.

PMC yang beroperasi di luar Rusia cenderung menggaji dalam dolar tunai untuk menghindari fluktuasi rubel dan sanksi perbankan Barat, menurut laporan RAND dan The Moscow Times.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved