alexametrics

Acungkan Pedang, 'Dewa Perempuan' India Tolak Lockdown COVID-19

loading...
Acungkan Pedang, Dewa Perempuan India Tolak Lockdown COVID-19
Perempuan di India yang mengaku sebagai Dewi Shakti melawan polisi yang menerapkan aturan lockdown untuk cegah penyebaran COVID-19. Foto/NDTV
A+ A-
NEW DELHI - Seorang perempuan di India yang menyatakan dirinya sebagai dewa perempuan atau dewi dijebloskan ke penjara oleh polisi. Musababnya, dia mengacungkan pedang saat menolak penegakan aturan lockdown guna menghambat penyebaran virus corona baru; COVID-19.

Perempuan yang mengaku sebagai Dewi Shakti ini bertikai dengan pasukan polisi wanita. Dia akhirnya ditangkap dan dibawa pergi dengan van.

Si "Dewi Shakti" yang mengenakan sari warna merah ini melakukan pertemuan agama yang melibatkan sekitar 100 orang di rumahnya di Mehda Purva, distrik Deoria, Uttar Pradesh. Pertemuan massal itu berlangsung Selasa malam hingga Rabu dini hari.



Sekitar pukul 01.00 dini hari, pasukan polisi sebanyak dua truk mencoba mendatang pertemuan itu untuk membubarkannya. Namun, perempuan yang mengaku Dewi Shakti ini menolak dan justru mengacungkan pedangnya ke pasukan polisi. (Baca: PM Modi: Kita Harus Menang Melawan Virus Corona dalam 21 Hari)

"Kami akan mendaftarkan kasus terhadap Anda dan pengikut Anda. Ini adalah kesempatan terakhir Anda. Hentikan pertemuan ini. Kalian semua pulang atau kami akan mengambil tindakan tegas," kata seorang polisi dengan pengeras suara, seperti dikutip dari NDTV, Kamis (26/3/2020).

Ketika polisi bersiap dengan pentungan, para pengikut "Dewi Shakti" itu mulai ketakutan, merunduk dan berlari meninggalkan pertemuan. "Saya datang sendiri," celetuk seorang pengikut kelompok agama itu ketika berlari untuk menghindari pentungan polisi.

Sebuah rekaman ponsel menunjukkan polisi menangkap si "Dewi Shakti" dan merampas pedangnya. Perempuan itu terlihat dijepit ke tanah oleh para polisi sebelum dibawa pergi dengan van.

Perempuan yang identitasnya belum diketahui itu nekat melawan aturan lockdown di hari pertama pelaksanaan. Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan lockdown 21 hari setelah COVID-19 menginfeksi lebih dari 560 orang di India.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak