alexametrics

Trump Ingin Cabut Status Lockdown di Negara Bagian AS

loading...
Trump Ingin Cabut Status Lockdown di Negara Bagian AS
Trump menyatakan, ia ingin melonggarkan penguncian kota-kota di AS akibat virus Corona baru, Covid-19 dan memulai kembali perekonomian dalam waktu tiga minggu. Foto/Reuters
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan, ia ingin melonggarkan penguncian kota-kota di AS akibat virus Corona baru, Covid-19 dan memulai kembali perekonomian dalam waktu tiga minggu. Dia menyebut, langkah-langkah social distancing terlalu mengganggu.

"Banyak orang setuju dengan saya. Negara kita, tidak dibangun untuk ditutup. Kamu bisa menghancurkan negara dengan cara ini dengan menutupnya," kata Trump saat melakukan wawancara dengan Fox News.

"Saya ingin negara itu terbuka dan bersiap-siap dengan penuh kegembiraan menyambut Paskah," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (25/3/2020). Paskah dirayakan pada 12 April, 18 hari lagi.



Social distancing dan karantina telah digalakan di sebagian besar AS, dengan perintah tinggal di rumah untuk lebih dari sepertiga dari populasi, membawa ekonomi terbesar di dunia itu berhenti secara tiba-tiba.

Sebuah jajak pendapat Ipsos / Axios yang dirilis pada hari Selasa menemukan bahwa 74 persen orang Amerika telah berhenti menghadiri pertemuan besar, sementara 48 persen telah membatalkan rencana perjalanan dan membuat bandara sepi.

Para ahli kesehatan telah menyarankan langkah-langkah ini sebagai dasar untuk mencegah penyakit yang mudah menular dan berpotensi fatal agar tidak berlipat ganda tanpa terkendali.

Trump menyerukan periode pengamatan 15 hari, yang berakhir awal minggu depan. Tetapi ia menjelaskan bahwa menurutnya penerapan social distancing dan karantina itu tidak proporsional.

"Kami kehilangan ribuan dan ribuan orang per tahun karena flu. Kami tidak menghentikan kegiatan di seluruh negeri. Kami kehilangan jauh lebih banyak dari itu karena kecelakaan mobil. Kami tidak memanggil perusahaan mobil untuk menyuruh mereka berhenti memproduksi mobil," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak