Presiden Negara NATO Sebut Jalan Kemenangan Perang Ukraina atas Rusia Telah Hancur
Minggu, 11 Mei 2025 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa mencurahkan lebih banyak senjata ke Ukraina tidak akan membawa perdamaian lebih dekat, menyebutnya sebagai “harapan utopis” yang justru mengarah pada kebalikannya–-bahkan lebih banyak korban, kehancuran, dan hilangnya wilayah Ukraina setiap hari.
Radev lantas mempertanyakan tujuan Uni Eropa dalam memperpanjang perang Rusia-Ukraina.
“Apakah Eropa takut akan kembalinya perdamaian? Karena kembalinya perdamaian juga berarti mengembalikan perhatian publik pada krisis yang membara di negara dan masyarakat kita,” katanya, menekankan bahwa Eropa harus belajar dari pelajaran Perang Dunia II, meninggalkan pendekatan militeristiknya, dan sebaliknya berfokus pada solusi diplomatik.
“Eropa harus ingat bahwa persatuan dan kemakmuran dapat terwujud berkat upaya bersama untuk memberantas persaingan, kebencian, dan pertikaian yang menyebabkan Perang Dunia Kedua,” katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/5/2025).
Radev menentang pengiriman bantuan militer ke Kyiv dan merupakan salah satu dari sedikit pemimpin Uni Eropa yang menentang sikap garis keras Brussels terhadap Moskow.
Radev lantas mempertanyakan tujuan Uni Eropa dalam memperpanjang perang Rusia-Ukraina.
“Apakah Eropa takut akan kembalinya perdamaian? Karena kembalinya perdamaian juga berarti mengembalikan perhatian publik pada krisis yang membara di negara dan masyarakat kita,” katanya, menekankan bahwa Eropa harus belajar dari pelajaran Perang Dunia II, meninggalkan pendekatan militeristiknya, dan sebaliknya berfokus pada solusi diplomatik.
“Eropa harus ingat bahwa persatuan dan kemakmuran dapat terwujud berkat upaya bersama untuk memberantas persaingan, kebencian, dan pertikaian yang menyebabkan Perang Dunia Kedua,” katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (11/5/2025).
Radev menentang pengiriman bantuan militer ke Kyiv dan merupakan salah satu dari sedikit pemimpin Uni Eropa yang menentang sikap garis keras Brussels terhadap Moskow.
Lihat Juga :