Pemukim Israel Culik 2 Anak Palestina, Mengikat Mereka di Pohon hingga Pingsan
Senin, 21 April 2025 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun anak-anak itu tidak mengalami cedera fisik, mereka tetap dalam keadaan sangat ketakutan dan tekanan psikologis.
"Putri saya, yang menyaksikan kejadian itu, masih menolak meninggalkan rumah dan terus menangis," papar dia.
Ini adalah insiden pertama yang dilaporkan tentang penculikan anak-anak oleh para pemukim di kota itu, yang telah menghadapi serangan berulang kali sejak didirikannya pos terdepan permukiman baru setelah dimulainya perang di Gaza.
Hanani mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, para pemukim telah membakar mobilnya dan truk yang ia gunakan untuk bekerja, membakar tanamannya, dan berulang kali menyerang rumahnya dengan batu.
"Semua kerusakan material ini telah diganti, tetapi penculikan dan penyerangan terhadap anak-anak memicu tanda bahaya dan membahayakan nyawa kami secara langsung," ungkap dia.
Menurut Hanani, tujuan dari serangan ini adalah untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah dan rumah mereka, sehingga membuka jalan bagi para pemukim untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Tentara Israel tidak hadir di lokasi kejadian selama insiden tersebut, menurut penduduk, tapi mereka merespons dengan cepat jika para pemukim diancam di mana pun di Tepi Barat.
Pada bulan Juli 2014, para pemukim Israel menculik remaja Palestina Mohammed Abu Khdeir dari kota Shuafat di Yerusalem Timur yang diduduki.
"Putri saya, yang menyaksikan kejadian itu, masih menolak meninggalkan rumah dan terus menangis," papar dia.
Tanda Bahaya
Ini adalah insiden pertama yang dilaporkan tentang penculikan anak-anak oleh para pemukim di kota itu, yang telah menghadapi serangan berulang kali sejak didirikannya pos terdepan permukiman baru setelah dimulainya perang di Gaza.
Hanani mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, para pemukim telah membakar mobilnya dan truk yang ia gunakan untuk bekerja, membakar tanamannya, dan berulang kali menyerang rumahnya dengan batu.
"Semua kerusakan material ini telah diganti, tetapi penculikan dan penyerangan terhadap anak-anak memicu tanda bahaya dan membahayakan nyawa kami secara langsung," ungkap dia.
Menurut Hanani, tujuan dari serangan ini adalah untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah dan rumah mereka, sehingga membuka jalan bagi para pemukim untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Tentara Israel tidak hadir di lokasi kejadian selama insiden tersebut, menurut penduduk, tapi mereka merespons dengan cepat jika para pemukim diancam di mana pun di Tepi Barat.
Pada bulan Juli 2014, para pemukim Israel menculik remaja Palestina Mohammed Abu Khdeir dari kota Shuafat di Yerusalem Timur yang diduduki.
Lihat Juga :