Imbas Kebijakan Donald Trump, Orang Eropa Enggan Berlibur ke AS

Senin, 14 April 2025 - 08:35 WIB
loading...
Imbas Kebijakan Donald...
Warga Eropa enggan berlibur ke AS. Foto/X/@CNTraveler
A A A
WASHINGTON - AS telah mengalami penurunan tajam dalam pariwisata dari Eropa di tengah ketegangan politik dan kekhawatiran akan interaksi yang tidak bersahabat di perbatasan AS di bawah Presiden Donald Trump.

Financial Times melaporkan bahwa Trump telah mengambil pendekatan agresif dalam urusan global, setelah baru-baru ini mengenakan tarif besar-besaran pada mitra dagang Amerika. Sementara ia telah menundanya untuk sebagian besar negara selama 90 hari, China tidak termasuk dalam penangguhan tersebut. Washington dan Beijing sejak itu saling menaikkan tarif, mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar saham global.

Kebijakan Trump telah merusak sentimen konsumen internasional, salah satu pendiri situs web perjalanan Kayak Paul English mengatakan kepada FT.

"Hanya dalam dua bulan [Trump] telah menghancurkan reputasi AS, yang ditunjukkan dengan berkurangnya perjalanan dari UE ke AS," kata English kepada media tersebut. "Ini bukan hanya pukulan telak bagi ekonomi AS, tetapi juga kerusakan reputasi yang dapat memakan waktu beberapa generasi untuk diperbaiki."

Pengunjung yang bermalam di AS dari Eropa Barat turun 17% pada bulan Maret dibandingkan tahun lalu, tulis FT, mengutip laporan oleh Administrasi Perdagangan Internasional (ITA). Perjalanan dari negara-negara seperti Irlandia, Norwegia, dan Jerman turun lebih dari seperlima, kata surat kabar itu.

Baca Juga: Iran dan AS di Ambang Perang Nuklir

Beberapa negara Eropa telah memperbarui nasihat perjalanan mereka, memperingatkan peningkatan risiko yang terkait dengan perjalanan ke AS.

Jumlah total pengunjung internasional yang memasuki AS turun 12% pada bulan Maret – penurunan paling tajam sejak 2021, ketika sektor tersebut masih terdampak oleh pembatasan perjalanan terkait pandemi, tulis FT, mengutip data ITA.

Tren penurunan tersebut menimbulkan ancaman bagi industri pariwisata AS, yang menyumbang 2,5% dari PDB negara tersebut senilai $29 triliun, menurut outlet tersebut.

Perusahaan riset yang berbasis di Oxford, Tourism Economics, menurunkan proyeksi kedatangan pengunjung internasional ke AS untuk tahun 2025 sebesar 18% dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, memperkirakan penurunan sebesar 9,4% setelah pengumuman tarif 'Hari Pembebasan' Trump minggu lalu.

Sentimen negatif, kebijakan perbatasan, nilai tukar yang tidak menguntungkan, dan ketidakpastian ekonomi semuanya akan merugikan sektor perjalanan AS, perusahaan tersebut memperkirakan.

Presiden Tourism Economics, Adam Sacks, menunjukkan bahwa retorika agresif Trump terhadap Kanada, UE, dan Greenland memiliki "dampak signifikan terhadap sentimen terhadap AS, dan karenanya perjalanan."

Presiden AS telah berulang kali mendorong aneksasi AS atas sekutu NATO Kanada dan wilayah seberang laut Denmark, Greenland sejak pelantikannya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved