3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia, Apa Saja?

Sabtu, 05 April 2025 - 11:15 WIB
loading...
3 Efek Tarif Impor Donald...
Harga emas meroket akibat kebijakan tarif Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut berdampak terhadap harga emas dunia.

Sejak diberlakukannya tarif tersebut, harga emas sempat naik dan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor baru terhadap negara-negara lain di dunia.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi "America First" yang bertujuan melindungi industri dalam negeri dan mengurangi defisit perdagangan AS.

Salah satu instrumen investasi yang terdampak secara tidak langsung dari kebijakan tarif impor Trump adalah emas.

Sebagai aset yang sering dianggap aman di tengah ketidakpastian, harga emas sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan politik dunia.

Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia

1. Kenaikan Harga Emas


Tarif impor baru yang diberlakukan pemerintahan Trump bisa memicu perang dagang global. Hal ini dapat menjadi semakin runyam apabila negara-negara seperti China tidak terima dan berniat membalas kebijakan tersebut.

Kondisi demikian dianggap sebagian orang berpotensi memunculkan ketidakpastian ekonomi. Nah, sebagai pencegahan, biasanya mereka akan berusaha melindungi aset yang dimiliki melalui instrumen aman seperti emas.

Melansir FirstPost, ketidakpastian ekonomi dunia membuat orang-orang mencari aset "safe haven" seperti emas.

Singkatnya, melihat permintaan emas yang cenderung meningkat, harganya tentu akan naik secara signifikan.

2. Potensi Ketidakstabilan Harga Emas


Terlepas dari poin pertama, efek jangka panjang tarif impor Trump dapat mengarah menuju ketidakstabilan harga emas.

Singkatnya, kebijakan Trump itu bisa membuat harga emas naik atau turun, tergantung cara investor bereaksi terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Melansir Reuters, harga emas turun pada Kamis (3/4) setelah sebelumnya naik pesat. Harga emas spot turun 0,85% menjadi USD3.106,99 setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi USD3.167,57.

Menyikapi hal ini, para pedagang menghubungkan penurunan harga emas dengan aksi ambil untung dan margin call pada kelas aset lain yang mungkin mendorong investor menjual sebagian kepemilikan emas guna menutupi kerugian.

"Saat pasar mengalami aksi jual akibat tekanan deleveraging, pasar mencari peluang pembelian saat harga sedang turun," ungkap Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, seperti dikutip Jumat (4/4).

"Orang-orang menjual posisi menguntungkan untuk menutupi margin tersebut, tetapi saya pikir dalam jangka panjang mereka akan terus mencari tempat berlindung yang aman dan emas tentu saja salah satunya." imbuhnya.

3. Perubahan Pola Produksi dan Perdagangan Emas


Negara-negara produsen emas terbesar mungkin harus menyesuaikan strategi ekspor mereka karena perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Sebagian bisa memilih menjual emas langsung ke pasar Asia daripada ke AS, sehingga dapat mengubah dinamika harga emas dunia. Pergeseran perdagangan emas ini bisa dialihkan ke negara seperti China hingga India.

Itulah beberapa efek tarif impor Donald Trump terhadap harga emas dunia.

Baca juga: Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Netizen Heboh! Trump...
Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki
Rekomendasi
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Tarif Trump Bikin Harta...
Tarif Trump Bikin Harta Orang Terkaya Dunia Susut Rp3.400 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved