5 Alasan Turki bisa Jadi Pemimpin NATO jika AS Keluar

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:48 WIB
loading...
A A A
Pengalaman dalam operasi militer, baik di dalam negeri (melawan kelompok teroris seperti PKK) maupun dalam operasi NATO di luar negeri, termasuk di Suriah, Libya, dan Afghanistan.

3. Pengaruh Geopolitik yang Kuat


Sebagai anggota NATO yang berbatasan langsung dengan beberapa kawasan konflik global, Turki memiliki peran penting dalam diplomasi internasional.

Beberapa faktor yang mendukung pengaruh geopolitik Turki antara lain:

Hubungan dengan dunia Muslim, yang membuat Turki bisa menjadi jembatan antara NATO dan negara-negara Islam.

Peran dalam krisis pengungsi, terutama terkait dengan konflik di Suriah dan Afghanistan, yang menjadikan Turki sebagai mitra strategis bagi Eropa.

Hubungan dengan Rusia, meskipun kadang-kadang tegang, Turki memiliki hubungan bilateral yang cukup baik dengan Moskow dibandingkan negara NATO lainnya.

Ini dapat menjadi keuntungan dalam mengelola ketegangan antara NATO dan Rusia.

4. Kemampuan Diplomasi dan Kepemimpinan


Turki telah menunjukkan kemampuannya dalam diplomasi internasional dan memainkan peran mediasi dalam berbagai konflik. Beberapa contoh kepemimpinan diplomatik Turki adalah:

Mediasi antara Rusia dan Ukraina, terutama dalam kesepakatan ekspor gandum di tengah perang.

Peran dalam perang di Suriah, baik dalam operasi militer maupun negosiasi dengan kelompok oposisi dan pemerintah Bashar al-Assad. Setelah Assad terguling oleh oposisi, kini Turki menjadi pemain utama di Suriah.

Kepemimpinan di dunia Islam, sebagai salah satu negara Muslim dengan ekonomi dan militer terkuat.

5. Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian


Meskipun Turki menghadapi tantangan ekonomi, negara ini tetap memiliki ekonomi terbesar ke-19 di dunia dengan industri pertahanan yang semakin berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
KPK Panggil Kepala Satpol...
KPK Panggil Kepala Satpol PP Cilacap terkait Kasus Pemerasan Bupati Syamsul Aulia Rachman
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved