alexametrics

Pengungsi Bergerak ke Eropa Setelah Turki Buka Perbatasan

loading...
Pengungsi Bergerak ke Eropa Setelah Turki Buka Perbatasan
Para migran naik bus yang akan membawa mereka ke perbatasan Turki-Yunani, di Istanbul, Turki, 28 Februari. Foto/REUTERS/Yagiz Karahan
A+ A-
ISTANBUL - Ratusan pengungsi dan migran di Turki mulai tiba di perbatasan dengan Yunani dan Bulgaria pada Jumat (28/2) setelah pejabat Turki menyatakan Ankara tidak lagi mematuhi kesepakatan Uni Eropa (UE) 2016 sehingga tak akan menghentikan para pengungsi mencapai Eropa.

Para migran yang beberapa membawa anak kecil dan tas itu berjalan keluar dari Istanbul dan melintasi ladang, mengingatkan situasi krisis pengungsi 2015 saat lebih dari satu juta orang mencari suaka di Eropa.

Beberapa orang memakai masker untuk mencegah wabah virus corona yang sedang melanda dunia dan menambah tekanan bagi negara-negara di Eropa.



Yunani dan Bulgaria yang merupakan anggota UE berjanji tidak menerima para migran. Kepolisian Yunani menggunakan granat asap di lintas perbatasan.

Bulgaria mengirim 1.000 pasukan tambahan di perbatasannya dengan Turki.

"Tak ada pekerjaan di Turki," kata Muhammed Abdullah, 25, warga Suriah yang antre di Istanbul untuk naik bus menuju perbatasan Yunani.

"Turki tidak bagus seluruhnya, Eropa lebih bagus," kata Abdullah yang ingin menuju Jerman.

Namun di pos perbatasan Pazarkule, antara Turki dan Yunani, para migran mendapati pagar kawat berduri dan granat asap. Beberapa orang terjebak di wilayah tak bertuan antara dua negara sambil berupaya kembali ke sisi Turki untuk menyelamatkan diri dari granat asap. Namun mereka juga dihalangi oleh petugas perbatasan Turki.

"Ada banyak masalah di Turki. Kami ingin pemerintah Turki dan Eropa membuka gerbang ini," kata Hamid Muhammed yang membawa gadis kecil di perbatasan Yunani.

Beberapa pemuda mengisi waktu dengan menendang bola. Perempuan migran tampak menangis putus asa.

Warga Suriah, Iran, Irak, Pakistan dan Moroko merupakan beberapa migran yang tiba di perbatasan dengan Yunani dan Bulgaria, sekitar 200 km barat Istanbul.

"Kami telah tinggal di Istanbul. Kami ingin pergi ke Edirne dan kemudian ke Yunani," kata migran Sahin Nebizade, 16, dari Afghanistan yang fasih berbahasa Turki.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak