alexametrics

WHO Peringatkan Kesalahan Fatal dalam Perangi Virus Corona

loading...
WHO Peringatkan Kesalahan Fatal dalam Perangi Virus Corona
Antrean panjang terjadi saat warga membeli masker di pusat perbelanjaan di Seoul, Korea Selatan. Foto/REUTERS
A+ A-
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan agar tak ada negara yang membuat kesalahan fatal dengan menganggap negaranya akan terhindar dari virus corona (Covid-19).

Peringatan itu muncul saat berbagai negara, dari Iran hingga Australia berupaya mengatasi penyebaran wabah virus itu secara global.

Dengan infeksi baru di penjuru dunia melampaui yang terjadi di China daratan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahkan negara-negara kaya harus bersiap untuk kejutan.



"Tak satu pun negara boleh menganggap tidak akan mengalami kasus, itu akan menjadi kesalahan fatal, secara harfiah," papar Tedros yang menyoroti Italia saat otoritas menyatakan tiga orang lagi tewas, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 17 orang. Kasus yang terkonfirmasi mencapai 650.

Selain menambah persediaan medis, berbagai negara memerintahkan sekolah tutup dan acara besar dibatalkan, termasuk acara olahraga, demi mencegah penyebaran virus corona.

Kasus virus corona berkurang di China daratan tapi meningkat di negara-negara lain.

Di Jepang, kasus meningkat menjadi 200, setelah seorang pemandu gus wisata dites positif untuk kedua kali, satu dari sedikit kasus di dunia.

Kepala program darurat WHO Dr Mike Ryan menyatakan diskusi sedang dibahas dengan penyelenggara terkait nasib Olimpiade 2020 yang dijadwalkan pada Juli di Tokyo, Jepang. Belum ada keputusan yang dibuat dalam waktu dekat.

Pembatalan atau relokasi acara itu akan menjadi pukulan besar bagi Jepang.

Virus corona sebagian besar terjadi di China, mengakibatkan lebih dari 78.000 infeksi dan 2.750 korban tewas.

Wabah itu telah menyebar ke 44 negara, dengan 3.250 kasus dan 51 korban tewas.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak