alexametrics

Raja Malaysia Panggil Mahathir di Tengah Persaingan dengan Anwar

loading...
Raja Malaysia Panggil Mahathir di Tengah Persaingan dengan Anwar
Mahathir Mohamad menjabat sebagai perdana menteri sementara setelah pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Malaysia diterima Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. Foto/REUTERS/Lim Huey Teng/File Photo
A+ A-
KUALA LUMPUR - Raja Malaysia memanggil Mahathir Mohamad pada hari Kamis (27/2/2020) di tengah persaingannya dengan Anwar Ibrahim untuk berebut kursi perdana menteri (PM). Negara ini sedang menunggu akhir dari kekacauan politik yang disebabkan oleh pengunduran diri Mahathir sebagai PM.

Mahathir, 94, dan Anwar Ibrahim, 72, saat ini sama-sama menginginkan kursi PM. Mahathir bersedia jadi PM lagi jika pemerintahannya tidak diganggu oleh partai-partai koalisi pemerintah.

Persaingan kedua politisi itu memebuat Yang di-Pertuan Agong (Raja Malaysia) Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah untuk memutuskan siapa yang memerintah negara berikutnya atau apakah pemilu baru harus digelar. (Baca: BREAKING-Mahathir Mohamad Mundur sebagai PM Malaysia)



Mahathir—yang setuju menjabat sebagai perdana menteri sementara setelah mengundurkan diri awal pekan ini di tengah manuver politik antara koalisinya dan oposisi—pada hari Rabu mengusulkan pemerintahan terpadu tanpa kesetiaan partai politik.

Seorang juru bicara kantor Mahathir mengatakan Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah telah memanggilnya untuk pertemuan. Juru bicara itu tidak tahu apa alasan raja memanggil Mahathir.

Sebuah kendaraan resmi yang membawa Mahathir terlihat memasuki kompleks istana sekitar pukul 11.00 ​​pagi. Media lokal melaporkan bahwa dia pergi sekitar satu jam kemudian. (Baca juga: Usai Mundur, Mahathir Ditunjuk sebagai PM Sementara Malaysia)

Raja telah bertemu dengan 222 anggota parlemen terpilih selama dua hari dalam upaya untuk mengakhiri krisis politik, yang terjadi ketika Malaysia menghadapi ekonomi yang lesu dan dampak dari virus Corona baru.

Pengunduran diri Mahathir memecah belah koalisi dengan Anwar yang telah mencetak kemenangan mengejutkan dalam pemilu tahun 2018, dan bukan bagian dari janji pra-pemilu bahwa Mahathir pada akhirnya akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim.

Anwar mengatakan pada hari Rabu bahwa dia menentang pembentukan "pemerintah pintu belakang" dan tiga partai dari mantan koalisi yang berkuasa—Pakatan Harapan—telah mengusulkan namanya kepada raja sebagai calon perdana menteri.

"Kami menunggu keputusan raja," kata Anwar dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak