alexametrics

Krisis Politik Malaysia, Dukungan Anwar Ibrahim Menguat

loading...
Krisis Politik Malaysia, Dukungan Anwar Ibrahim Menguat
Saat usulan pemerintahan persatuan digaungkan Perdana Menteri (PM) sementara Malaysia Mahathir Muhammad, dukungan terhadap Anwar Ibrahim justru semakin kuat. Foto/Istimewa
A+ A-
KUALA LUMPUR - Saat usulan pemerintahan persatuan digaungkan Perdana Menteri (PM) sementara Malaysia Mahathir Muhammad, dukungan terhadap Anwar Ibrahim justru semakin kuat. Itu menunjukkan pertarungan Mahathir (94) dan Anwar (72) semakin ketat dan sengit.

Hal itu terungkap setelah anggota parlemen Partai Keadilan Rakyat (PKR) bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agung Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah. Mereka mengajukan nama Anwar sebagai kandidat untuk PM. “Saya menyerahkan deklarasi bersama mendukung Anwar sebagai PM,” kata anggota parlemen PKR, Tan Yee Kew. Dia mengungkapkan kesepakatan itu diajukan bersama DAP dan Partai Amanah Negara.

Melansir The Star, anggota parlemen Partai Amanah Negara juga melakukan yang sama. “Anwar seharusnya diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa dia memiliki dukungan yang cukup,” ujar Direktur Komunikasi Partai Amanah Negara Khalid Samad.



Anggota parlemen Partai Aksi Demokratik (DAP) juga mengikuti langkah yang sama untuk mendukung Anwar Ibrahim. Politikus senior DAP Lim Kit Siang mengungkapkan, ada upaya membajak mandat rakyat yang diberikan kepada PH dengan pembentukan pemerintahan baru di belakang pintu. “PH tetap ingin mendapatkan kembali kehormatan bangsa dan memenuhi janji untuk Malaysia Baru,” katanya.

Khalid mengatakan Partai Bersatu seharusnya memenuhi janjinya. “Mahathir adalah PM ketujuh, dan Anwar sebagai PM kedelapan,” ujarnya. Dia meyakinkan, PH memiliki cukup anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Namun, menyusul penarikan Partai Bersatu sebanyak 26 orang dan 11 anggota parlemen PKR dari koalisi Pakatan Harapan (PH), koalisi tersebut hanya memiliki 92 kursi. Itu terdiri dari 42 kursi dari DAP, PKR 39 kursi, dan Amanah memiliki 11 kursi. Padahal untuk membentuk pemerintahan mayoritas sederhana membutuhkan 112 anggota parlemen.

Bagaimana tanggapan Anwar? Anwar tidak berkomentar langsung mengenai apakah dia dinominasikan sebagai PM atau tidak. “Insyaallah, semuanya akan berjalan baik,” ujar Anwar setelah bertemu dengan Raja Malaysia.

Dia mengungkapkan, penunjukan PM adalah kebijaksanaan yang menjadi hak prerogatif Raja Malaysia. “Sehingga saya akan menyerahkan kebijaksanaan dan kebijakan kepadanya (Raja Malaysia),” katanya dilansir Reuters.

Namun, dia mengkritik usulan pemerintahan persatuan yang diajukan Mahathir. “Saya menolak segala bentuk pemerintahan di belakang pintu,” kritik Anwar. Dia menegaskan, tiga partai koalisi PH telah menunjuknya sebagai kandidat PM.

Hubungan Anwar-Mahathir memang kerap mengalami panas dan dingin selama lebih dari 20 tahun. Hubungan antara Anwar dan Mahathir diperparah dengan krisis terbaru setelah Mahathir dipaksa menentukan tanggal suksesi seperti janji transfer kekuasaan kepada Anwar. “Kita memperkirakan peningkatan ketidakpastian menjadi krisis politik di Malaysia akan berlangsung beberapa pekan mendatang,” demikian keterangan Fitch Solutions, perusahaan analis ekonomi.

Selain hubungan personal, politik Malaysia memang kerap dipengaruhi kepentingan etnik dan agama. Negara berpenduduk 32 juta itu didominasi etnik Melayu, selain China dan India.

Sebelumnya, Mahathir mengajukan pemerintahan persatuan lintas partai yang memberikan otoritas lebih luas kepadanya. Mahathir kemarin menegaskan bahwa dia akan kembali menjadi PM hingga masa jabatan berakhir jika dia mendapatkan dukungan parlemen.

“Jika itu benar bahwa saya akan mendapatkan dukungan, saya akan kembali lagi. Jika tidak, saya akan menerima siapa pun yang dipilih,” ujarnya. Dia mengungkapkan saat ini bukan waktunya mundur. Dia berkilah bahwa dia mengundurkan diri untuk memberikan kesempatan bagi parlemen dalam menentukan siapa yang akan menggantikannya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak