alexametrics

Virus Corona Covid-19 Telah Renggut 2.708 Orang di Dunia

loading...
Virus Corona Covid-19 Telah Renggut 2.708 Orang di Dunia
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus Corona terus menyebar ke sejumlah negara. Korban meninggal pun terus berjatuhan di sejumlah negara di luar China, yang menjadi pusat wabah virus bernama Covid-19 itu.

Berdasarkan data dari Coronavirus Covid-19 Global Cases by John Hopkins CSSE yang disitir Sindonews, Rabu (26/2/2020), sebanyak 2.708 orang telah meninggal, mayoritas korban berasal dari China.

Di luar China, korban meninggal terbanyak tercatat di Iran yaitu 16 orang. Kemudian diikuti oleh Italia dan Korea Selatan (Korsel) sebanyak 10 orang.



Sedangkan untuk laporan infeksi virus Corona Covid-19 yang telak terkonfirmasi sebanyak 80.413, dengan mayoritas terbanyak di China. Untuk wilayah di luar China, Korsel menjadi yang terbanyak yaitu 977. Kemudian disusul oleh Italia (322) dan Jepang (170).

Selain itu, sejumlah negara juga telah mengumumkan kasus infeksi virus Corona Covid-19 pertamanya. Negara-negara itu antara lain Austria, Kroasia and Swiss

Sementara itu, masih berdasarkan data dari Coronavirus Covid-19 Global Cases by John Hopkins CSSE, sebanyak 27.904 dinyatakan berhasil disembuhkan dari virus Corona Covid-19. Catatan khusus patut diberikan kepada Vietnam karena 16 orang yang dinyatakan positif virus Corona, semuanya dinyatakan sembuh.

Sebelumnya Kepala misi WHO memperingatkan bahwa dunia sama sekali tidak siap untuk menahan penyebaran virus Corona Covid-19.

"Anda harus siap untuk mengelola (wabah) ini pada skala yang lebih besar dan itu harus dilakukan dengan cepat," kata Kepala misi pakar WHO yang terbang ke China Bruce Aylward.

WHO, badan kesehatan PBB, telah meminta negara-negara untuk mempersiapkan potensi pandemi - istilah yang digunakan untuk menggambarkan epidemi yang menyebar ke seluruh dunia.

WHO telah memperingatkan bahwa negara-negara miskin khususnya beresiko dan telah mengirim alat tes serta peralatan ke bagian dunia dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, seperti Afrika.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak