Hindari Bentrok di Mediterania, Yunani-Turki Setuju Duduk Satu Meja

Jum'at, 04 September 2020 - 02:17 WIB
loading...
Hindari Bentrok di Mediterania,...
Sekjen NATO Jens Stoltenberg. Foto/Anadolu
A A A
BRUSSELS - Yunani dan Turki telah sepakat untuk melakukan pembicaraan guna menghindari bentrokan yang tidak disengaja di Mediterania Timur. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, sebagai bagian dari upaya untuk meredakan perselisihan yang memburuk mengenai sumber daya energi di wilayah tersebut.

"Menyusul diskusi saya dengan para pemimpin Yunani dan Turki , kedua sekutu telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan teknis di NATO untuk menetapkan mekanisme dekonflik militer guna mengurangi risiko insiden dan kecelakaan di Mediterania Timur," kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2020).

Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) sekutu Turki dan Yunani sangat tidak setuju atas klaim cadangan gas alam di Mediterania timur dan tingkat landas kontinen mereka.

Keduanya telah menarik Uni Eropa dan negara-negara terdekat ke dalam perselisihan, yang awal bulan ini berkobar menjadi benturan ringan antara fregat Turki dan Yunani.

Yunani telah bergabung dengan sekutu NATO Prancis dan Italia dalam latihan militernya di wilayah yang sama di Mediterania, sementara Turki juga telah melakukan latihan angkatan laut.

"Dekonflik" dalam bahasa militer dapat berarti membangun hubungan komunikasi antara dua militer yang bersaing dalam wilayah yang sama, seperti yang telah dilakukan Amerika Serikat dengan Rusia di Suriah, tetapi Stoltenberg tidak menjelaskan secara rinci.(Baca juga: Turki Buka Dialog dengan Yunani dalam Sengketa Mediterania )

Sementara itu Jerman menjadi pemimpin dorongan diplomatik untuk dialog yang lebih luas. Kanselir Jerman Angela Merkel juga telah berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui konferensi video.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved