alexametrics

Kru dan Aktris Porno Berpose di Pesawat, Maskapai Maroko Minta Maaf

loading...
Kru dan Aktris Porno Berpose di Pesawat, Maskapai Maroko Minta Maaf
Pesawat Boeing 737 milik maskapai Royal Air Maroc saat mengudara. Foto/REUTERS/Regis Duvignau
A+ A-
RABAT - Maskapai Royal Air Maroc (RAM) milik pemerintah Kerajaan Maroko minta maaf kepada para pelanggaan setelah foto-foto erotis seorang aktris film porno di dapur pesawat viral. Bahkan salah satu foto melibatkan seorang kru atau awak kabin.

Aktris film dewasa, Valerie Kybad, berpose erotis dengan pakaian dalam di dapur pesawat. Ada dua awak yang ditindak perusahaan, salah satunya yang berpose dengan sang aktris.

Skandal foto itu mengancam reputasi maskapai milik pemerintah. Foto-foto yang telah viral di media sosial diambil dalam penerbangan dengan nomor tak dikenal pada Oktober 2019. Salah satu foto menunjukkan seorang pramugara RAM tersenyum di samping Kybad yang mengenakan tank top dan celana dalam.



Gambar lainnya menunjukkan sang aktris yang berpose sendirian di dalam pesawat. Meskipun insiden itu terjadi tahun lalu, gambar yang melibatkan kru kabin telah memicu memicu kontroversi di Maroko.

"Setelah distribusi foto-foto yang menunjukkan situasi tidak senonoh di salah satu pesawat kami, Royal Air Maroc meminta maaf kepada pelanggan atas gambar-gambar ini yang telah mengancam reputasi dan nilai-nilai perusahaan," bunyi pernyataan maskapai RAM yang di-posting di Twitter, seperti dikutip news.com.au, Senin (24/2/2020).

"Setelah penyelidikan mendalam yang terisolasi dari insiden ini, Royal Air Maroc bereaksi dengan ketegasan terhadap orang-orang yang terlibat dan berhak untuk mengambil semua tindakan hukum untuk memperbaiki 'kerusakan' yang diderita," lanjut maskapai.

Pernyataan itu juga mengecam keras perilaku karyawan yang terlibat, sambil memuji ribuan kru pria dan wanita lainnya. "Yang benar-benar mengabdikan diri untuk misi mereka dalam melayani pelanggan dan perusahaan kami," imbuh pihak maskapai.
(mas)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak