alexametrics

Rasisme Masih Menjadi Racun Mematikan di Eropa

loading...
Rasisme Masih Menjadi Racun Mematikan di Eropa
Ilustrasi
A+ A-
BERLIN - Rasisme masih menjadi racun yang mematikan di tengah-tengah masyarakat Eropa. Hal itu disampaikan oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel setelah adanya penembakan massal yang menargetkan dua kafe yang biasa menjadi tempat berkumpul para migran.

"Rasisme adalah racun. Kebencian adalah racun dan racun ini ada di masyarakat kita," kata Merkel, sembari mengatakan bahwa ekstrimis sayap kanan, yang melakukan aksinya atas dasar kebencian terhadap ras lain, telah bertanggung jawab atas banyak kejahatan dan pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Merkel, seperti dilasir Anadolu Agency, kemudian menegaskan bahwa Pemerintah Jerman akan terus memperjuangkan hak dan martabat semua orang yang tinggal di Jerman, tanpa melihat asal, agama, serta ras mereka.



"Pemerintah Federal dan semua lembaga negara memperjuangkan hak dan martabat setiap orang yang tinggal di negara kita. Kami tidak membedakan orang berdasarkan negara asal atau agama mereka. Kami menentang mereka yang berusaha memecah belah Jerman, dengan semua kekuatan dan tekad kami," ungkapnya.

Sementara itu, Turki, melalui Kementerian Luar Negeri mereka mendesak negara-negara Eropa harus berdiri bersama untuk tegas menyatakan penolakan terhadap xenophobia dan rasisme.

"Sekarang saatnya bagi semua negara Eropa untuk bersatu melawan rasisme dan xenofobia dan berbicara dengan satu suara. Serangan keji di Hanau, Jerman adalah manifestasi baru dari meningkatnya rasisme dan permusuhan terhadap Islam," kata kementerian itu.

Kementerian itu mengatakan bahwa serangan rasis semacam itu tidak boleh dianggap sebagai insiden individu belaka. Mereka menyebut bahwa ketidakpekaan yang ditunjukkan dalam perang melawan xenofobia yang meningkat di Eropa memicu serangan baru.

"Sekarang saatnya untuk mengakhiri serangan-serangan ini. Kalau tidak, rasisme dan xenofobia akan mencapai tingkat yang lebih serius dan membawa kita ke tempat yang berbahaya," ungkapanya.

Mereka kemudian mengatakan bahwa untuk memerangi rasisme, xenophobia, dan Islamophobia secara efektif terletak pertama dan terutama dalam menghindari pendekatan yang mendorong prasangka dan mengambil langkah-langkah efektif untuk melawannya.

"Turki siap menunjukkan kerja sama bilateral dan internasional yang diperlukan dalam perang melawan semua jenis rasisme, dan kami akan melanjutkan upaya tulus kami ke arah ini," tukasnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak