alexametrics

Wanita Wuhan Tanpa Gejala Menginfeksi 5 Kerabat dengan Virus Corona

loading...
Wanita Wuhan Tanpa Gejala Menginfeksi 5 Kerabat dengan Virus Corona
Seorang staf medis di Wuhan, China, merawat pasien Covid-19. Foto/Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
A+ A-
WUHAN - Seorang wanita China berusia 20 tahun asal Wuhan, pusat penyebaran wabah virus Corona baru; Covid-19, melakukan perjalanan 400 mil (675 km) ke Anyang di mana dia menginfeksi lima kerabatnya. Yang mengejutkan, wanita itu tidak memiliki tanda-tanda atau gejala terinfeksi Covid-19.

Kejadian itu diungkap para ilmuwan China dalam laporannya pada hari Jumat. Menurut para ilmuwan, kejadian itu menjadi bukti baru bahwa virus Corona baru dapat disebarkan tanpa gejala.

Studi kasus—yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association—menawarkan petunjuk tentang bagaimana virus Corona baru menyebar. Studi itu memberi penjelasan mengapa wabah Covid-19 kemungkinan sulit untuk dihentikan.



"Para ilmuwan telah bertanya apakah Anda dapat memiliki infeksi ini dan tidak sakit? Jawabannya jelas, ya," kata Dr William Schaffner, seorang ahli penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

China telah melaporkan total 76.290 kasus Covid-19, termasuk 2.345 kematian. Virus itu telah menyebar ke 32 negara. (Baca: UPDATE-Corona Covid-19 Sudah Bunuh 2.360 Orang hingga Pagi Ini)

Para peneliti telah melaporkan akun sporadis individu tanpa gejala menyebarkan virus. Menurut Schaffner, apa yang berbeda dalam penelitian ini adalah menawarkan semacam percobaan laboratorium alami.

"Anda membawa pasien ini dari Wuhan tempat virus itu berada, bepergian ke tempat yang tidak ada virus. Dia tetap tidak menunjukkan gejala dan menginfeksi sekelompok anggota keluarga dan ada sekelompok dokter yang langsung memanfaatkan ini dan menguji semua orang," paparnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/2/2020).

Menurut laporan oleh Dr Meiyun Wang dari People's Hospital of Zhengzhou University dan rekannya, wanita itu melakukan perjalanan dari Wuhan ke Anyang pada 10 Januari dan mengunjungi beberapa kerabat. Ketika mereka mulai sakit, dokter mengisolasi wanita itu dan mengujinya untuk virus Corona. Awalnya, wanita muda itu dites negatif terinfeksi virus, tetapi tes lebih lanjut adalah positif.

Kelima kerabatnya menderita pneumonia Covid-19, tetapi pada 11 Februari, wanita muda itu masih belum mengalami gejala apa pun. CT dadanya tetap normal dan dia tidak mengalami demam, gejala sakit pernapasan, seperti batuk atau pun sakit tenggorokan.

Para ilmuwan dalam penelitian ini mengatakan jika temuan tersebut direplikasi, pencegahan infeksi Covid-19 terbukti sangat menantang.

Pertanyaan kunci sekarang, kata Schaffner, adalah seberapa sering penularan semacam ini terjadi dan kapan selama periode tanpa gejala seseorang dilakukan tes positif terhadap virus.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak