Arab Saudi Diduga Diam-diam Memperluas Kemampuan Rudal Jarak Jauh
Minggu, 23 Februari 2025 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Pada Desember 2021, CNN melaporkan bahwa Arab Saudi secara aktif memproduksi rudal balistiknya sendiri dengan bantuan China, mengutip penilaian intelijen AS.
The Intercept melaporkan pada bulan Mei 2022, mengutip sumber intelijen AS, bahwa Riyadh berencana untuk mengimpor rudal balistik China di bawah program bernama "Crocodile".
Sebagai bagian dari program Visi 2030 Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak, kerajaan tersebut berupaya untuk meningkatkan industri manufaktur pertahanan dalam negerinya.
"Tidak adanya penggunaan rudal balistik dalam kampanye Arab Saudi melawan Ansarullah (kelompok Houthi) menunjukkan bahwa sistem ini mungkin lebih berfungsi sebagai pencegah strategis daripada kemampuan berperang," tulis Hinz.
"Dengan demikian, peran mereka yang sebenarnya mungkin baru terungkap saat terjadi krisis,” ujarnya, yang dilansir Middle East Eye, Minggu (23/2/2025).
The Intercept melaporkan pada bulan Mei 2022, mengutip sumber intelijen AS, bahwa Riyadh berencana untuk mengimpor rudal balistik China di bawah program bernama "Crocodile".
Sebagai bagian dari program Visi 2030 Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada minyak, kerajaan tersebut berupaya untuk meningkatkan industri manufaktur pertahanan dalam negerinya.
"Tidak adanya penggunaan rudal balistik dalam kampanye Arab Saudi melawan Ansarullah (kelompok Houthi) menunjukkan bahwa sistem ini mungkin lebih berfungsi sebagai pencegah strategis daripada kemampuan berperang," tulis Hinz.
"Dengan demikian, peran mereka yang sebenarnya mungkin baru terungkap saat terjadi krisis,” ujarnya, yang dilansir Middle East Eye, Minggu (23/2/2025).
(mas)
Lihat Juga :