Baja Murah China Banjiri Pasar Global, Banyak Negara Mengecam
Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Reaksi terhadap China: Ponsel, Suku Cadang Mobil, dan Barang Palsu
Beberapa kekhawatiran telah muncul tentang peran China sebagai pengekspor utama barang palsu di Kenya. Otoritas Anti-Barang Palsu (ACA) telah menunjukkan keterlibatan China dalam barang-barang yang bergerak cepat seperti ponsel, peralatan suara, kabel, pakaian, dan suku cadang mobil.
Masuknya barang palsu berharga murah dari China telah membuat para pedagang Kenya berada dalam posisi sulit. Mereka telah mengajukan keluhan terhadap China atas intimidasi finansial, mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap para pedagang China atas produk palsu mereka.
Ada sentimen anti-China yang berkembang di kalangan para pedagang, yang takut kehilangan bisnis karena barang-barang China. Para produsen dan pedagang lokal telah lama menuduh China membuang barang-barang murah atau palsu di Kenya, yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap industri mereka.
Manipulasi Pasar Asing
China adalah pemberi pinjaman multilateral terbesar di Kenya, dengan pinjaman lebih dari Ksh1 triliun dari utang Kenya sebesar Ksh10 triliun. Hal ini telah memicu ketidakpuasan di kalangan para pedagang atas kebijakan China yang tidak seimbang.
Ironisnya, China menghadapi reaksi keras atas praktik perdagangannya tidak hanya di Kenya, tetapi juga di negara-negara lain. Laporan menunjukkan bahwa China telah membanjiri pasar dengan barang-barang murah, termasuk kendaraan listrik, tekstil, dan baja, dari Indonesia hingga Brasil, yang mengancam industri dalam negeri.
Reaksi keras terhadap praktik perdagangan China semakin meningkat setiap harinya. Brasil telah mengenakan tarif sebesar 35 persen untuk kabel serat optik dari China dan 25 persen untuk impor baja dan besi, sementara Indonesia telah menetapkan tarif sebesar 200 persen untuk impor tekstil dari China.
Thailand telah membentuk komite pemerintah khusus untuk menekan impor dari China setelah penutupan ratusan pabrik dalam negeri. Demikian pula, Peru dan Meksiko juga mengenakan tindakan anti-dumping pada baja China, menurut laporan terkini.
Upaya China untuk mengekspor baja, yang harganya 10 hingga 20 persen lebih murah daripada produk dari pesaing lain, merupakan upaya terang-terangan untuk menggusur produsen lokal, terutama di negara-negara berkembang yang industrinya kurang terlindungi dari dumping harga.
Namun, penting bagi negara-negara untuk menyadari strategi China itu sendiri: upaya sinis untuk menimbulkan risiko terhadap keselamatan konstruksi dan kesejahteraan publik serta memanipulasi pasar asing.
(mas)
Lihat Juga :