alexametrics

Jet Penumpang Buatan Rusia Hanya Dapat Satu Pembeli, Aeroflot

loading...
Jet Penumpang Buatan Rusia Hanya Dapat Satu Pembeli, Aeroflot
Pesawat Sukhoi Superjet 100 terbang saat air show di Zhukovsky, luar Moskow, Rusia. Foto/REUTERS/Sergei Karpukhin
A+ A-
MOSKOW - Jet penumpang buatan Rusia, Sukhoi Superjet 100, belum mendapatkan pesanan tahun ini selain oleh maskapai negara Aeroflot.

Pesawat yang mulai beroperasi pada 2011 itu merupakan jet penumpang pertama buatan Rusia sejak runtuhnya Uni Soviet. Pesawat itu memiliki sejarah bermasalah meski negara mengucurkan dana miliaran dolar untuk pembuatannya. Tahun lalu, satu Superjet mendarat keras di Moskow hingga menewaskan 41 orang.

Sukhoi Civil Aircraft yang dikontrol perusahaan holding Rusia, Rostec, berharap dapat menjual ratusan pesawat itu. Namun lemahnya permintaan dan masalah service dan penundaan sumber suku cadang, berarti hanya ada 142 pesawat yang sudah digunakan.



"Aeroflot yang saat ini memiliki 54 Superjets dalam armadanya, akan mendapatkan lagi 17 pesawat tahun ini," papar pernyataan Kementerian Perdagangan dan Industri Rusia.

Maskapai itu telah menandatangani kontrak jangka panjang pada 2018 untuk meminjamkan 100 Superjets pada periode antara 2019 dan 2026.

Namun dua sumber yang mengetahui rencana perusahaan menjelaskan, Sukhoi saat ini tak memiliki konsumen lain untuk 2020.

"Proyek Superjet tergantung pada keputusan pemerintah tentang dukungan negara, karena ini belum bekerja secara komersial," ujar seorang sumber tersebut.

Superjet lebih banyak beroperasi di Rusia dan oleh maskapai regional, korporasi dan lembaga pemerintah.

Maskapai Irlandia, CityJet berhenti mengoperasikan tujuh Superjet tahun lalu dan Mexican Interjet menyatakan tahun lalu berencana menjual 22 Superjet miliknya.

Sukhoi menolak mengungkap para konsumennya. "Perusahaan bekerja untuk melaksanakan kontrak sesuai kepentingan operator pesawat dan konsumen, terutama maskapai Rusia Aeroflot," papar pernyataan Sukhoi.

Sukhoi tahun lalu menyatakan hendak menjual 16 jet pada konsumen tapi tak mencapai target dan mengirim hanya delapan pesawat, termasuk lima yang disewakan untuk Aeroflot.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak