Siapa Fajr Al-Saeed? Pembaca Berita Televisi Kuwait yang Menyerukan Normalisasi Hubungan dengan Israel
Minggu, 16 Februari 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Pada tanggal 9 Februari, kementerian luar negeri Kuwait menegaskan kembali pendiriannya, menolak pemindahan warga Palestina dan mendukung hak mereka untuk negara merdeka berdasarkan perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza
Pada 10 Februari, Saeed meminta maaf secara terbuka di X, dengan berbicara kepada Perdana Menteri Irak Mohammed Shiaa al-Sudani, Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) yang disponsori pemerintah, dan rakyat Irak.
Ia juga mengumumkan bahwa ia berhenti dari pekerjaan politik, bersumpah untuk menjauh dari komentar publik dan kritik politik.
Masalah hukumnya di Irak bermula dari video pada 4 Januari di programnya 'Hona al-Kuwait' (Ini Kuwait), di mana ia mengkritik suara mayoritas parlemen Irak untuk mengakhiri kehadiran Amerika di Irak.
Baca Juga: Erdogan Galang Kekuatan Lawan Pencaplokan Gaza
3. Pernah Meminta Maaf atas Kasus dengan Irak
Vonis Saeed di Kuwait dijatuhkan beberapa hari setelah kedutaan besar Irak di Kuwait mencabut gugatan terpisah terhadapnya, menyusul permintaan maaf resmi yang telah ia sampaikan kepada Irak dan para pemimpinnya.Pada 10 Februari, Saeed meminta maaf secara terbuka di X, dengan berbicara kepada Perdana Menteri Irak Mohammed Shiaa al-Sudani, Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) yang disponsori pemerintah, dan rakyat Irak.
Ia juga mengumumkan bahwa ia berhenti dari pekerjaan politik, bersumpah untuk menjauh dari komentar publik dan kritik politik.
Masalah hukumnya di Irak bermula dari video pada 4 Januari di programnya 'Hona al-Kuwait' (Ini Kuwait), di mana ia mengkritik suara mayoritas parlemen Irak untuk mengakhiri kehadiran Amerika di Irak.
Lihat Juga :