alexametrics

AS Evakuasi Ratusan Warganya dari Kapal Pesiar Diamond Princess

loading...
AS Evakuasi Ratusan Warganya dari Kapal Pesiar Diamond Princess
Kapal pesiar Diamond Princess. FOTO/Reuters
A+ A-
SHANGHAI - Lebih dari 300 warga negara Amerika Serikat (AS), termasuk 14 orang yang positif mengidap virus Corona jenis baru, Covid-19 dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess. Ratusan warga AS itu diterbangkan pulang ke pangkalan militer di AS, setelah sebelumnya menjalani karantina selama dua minggu di Jepang.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (17/2), awak darat yang mengenakan pakaian anti-kontaminasi menghampiri jet sewaan yang mendarat di Pangkalan Bersama San Antonio di Texas. Para penumpang terlihat menuruni tangga mengenakan masker wajah sebelum fajar. Penerbangan lain mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Travis di California beberapa jam sebelumnya.

Ratusan warga AS ini akan menjalani masa karantina selama dua pekan ke depan. Meskipun sebelumnya para pejabat AS mengatakan penumpang dengan gejala positif virus Covid-19 tidak akan dibawa pulang, namun nyatanya di menit akhir, 14 penumpang yang positif virus Covid-19 tetap diizinkan naik ke atas pesawat.



Departemen Luar Negeri AS mengatakan, penumpang yang terinfeksi tetap berada dalam kondisi terisolasi selama penerbangan. Matthew Smith, seorang warga AS tetap memilih berada di atas kapal pesiar Diamond Princess. Ia menolak untuk dievakuasi dan menyebut hal ini sebagai "keputusan terbaik yang pernah ia buat".

"Pemerintah AS mengatakan mereka tidak akan menempatkan siapa pun di pesawat yang simtomatik, dan mereka akhirnya secara sadar dan sengaja membawa 14 orang yang sebenarnya memiliki virus," tulis Smith di akun Twitter-nya.

Hingga kini, kapal pesiar Diamond Princess adalah lokasi yang di mana ditemukan 400 kasus positif virus Corona Covid-19. Ini menjadikan kapal pesiar Diamond Princess sebagai lokasi terbanyak penderita virus tersebut di luar China Daratan.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak