Intelijen AS: Israel Mungkin Serang Situs Nuklir Iran Tahun Ini
Jum'at, 14 Februari 2025 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia menekankan bahwa meskipun Trump lebih suka penyelesaian damai dengan Iran, dia tidak akan menunggu negosiasi tanpa batas waktu.
Penilaian intelijen paling terperinci, yang dikeluarkan pada awal Januari oleh direktorat intelijen Kepala Staf Gabungan dan Badan Intelijen Pertahanan, memperingatkan bahwa Israel kemungkinan merencanakan serangan terhadap situs nuklir Fordow dan Natanz milik Iran, imbuh laporan The Washington Post yang dilansir Kamis (13/2/2025).
Pejabat AS saat ini dan mantan pejabat yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan Israel yakin pengeboman terhadap Iran pada bulan Oktober telah melemahkan pertahanan udara negara itu, sehingga rentan terhadap serangan berikutnya.
Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada hari Senin, Trump mengatakan dia lebih suka mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir.
"Semua orang berasumsi bahwa Israel, dengan dukungan atau persetujuan kita, akan masuk dan mengebom mereka habis-habisan. Saya lebih suka itu tidak terjadi," ujar Trump.
Penilaian intelijen paling terperinci, yang dikeluarkan pada awal Januari oleh direktorat intelijen Kepala Staf Gabungan dan Badan Intelijen Pertahanan, memperingatkan bahwa Israel kemungkinan merencanakan serangan terhadap situs nuklir Fordow dan Natanz milik Iran, imbuh laporan The Washington Post yang dilansir Kamis (13/2/2025).
Pejabat AS saat ini dan mantan pejabat yang mengetahui laporan intelijen tersebut mengatakan Israel yakin pengeboman terhadap Iran pada bulan Oktober telah melemahkan pertahanan udara negara itu, sehingga rentan terhadap serangan berikutnya.
Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada hari Senin, Trump mengatakan dia lebih suka mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir.
"Semua orang berasumsi bahwa Israel, dengan dukungan atau persetujuan kita, akan masuk dan mengebom mereka habis-habisan. Saya lebih suka itu tidak terjadi," ujar Trump.
Lihat Juga :