alexametrics

Bahas Penyebaran Covid-19, Putin Bertemu Dewan Keamanan Rusia

loading...
Bahas Penyebaran Covid-19, Putin Bertemu Dewan Keamanan Rusia
Peskov mengatakan Presiden Rusia, Vladmir Putin mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Rusia, dimana Covid-19 menjadi salah satu topik utama pertemuan. Foto/Tass
A+ A-
MOSKOW -

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Presiden Rusia, Vladmir Putin telah mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Rusia. Penyebaran virus Corona baru, Covid-19, jelas Peskov, menjadi salah satu topik utama pertemuan tersebut.

Peskov menuturkan, selain membahas mengenai perkembangan terbaru seputar Covid-19, dalam pertemuan tersebut dibahas pula perkembangan terbaru situasi di wilayah Idlib, Suriah.



"Pertukaran pendapat yang terperinci diadakan sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di Idlib karena aktivitas kelompok-kelompok teroris. Virus Corona juga dibahas dalam konteks pengaruhnya terhadap tren ekonomi global," ucap Peskov, seperti dilansir Tass pada Minggu (16/2/2020).

Terkait dengan Covid-19, korban meninggal dari epidemi virus itu telah melebihi angka 1.600 pada hari ini. Jumlah itu menyusul laporan korban meninggal terbaru dari Provinsi Hubei, pusat epidemi, yang mencapai 139 jiwa.

Dalam pembaruan harian, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei juga melaporkan 1.843 kasus infeksi terbaru. Ini adalah untuk ketiga kalinya berturut-turut angka infeksi terbaru menunjukkan grafik penurunan.

Lebih dari 68 ribu orang sekarang telah terinfeksi, dengan sebagian besar kematian terjadi di Hubei. Provinsi ini menambahkan lebih dari 14.000 kasus baru dalam satu hari minggu ini setelah pejabat kesehatan mengubah kriteria mereka yang terifeksi untuk menghitung kasus dengan memasukkan orang yang secara klinis didiagnosis melalui pencitraan paru, di samping mereka dengan hasil tes laboratorium menunjukkan hasil positif.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak