alexametrics

Berusia 113 Tahun, Chitetsu Watanabe Dinobatkan Pria Tertua di Dunia

loading...
Berusia 113 Tahun, Chitetsu Watanabe Dinobatkan Pria Tertua di Dunia
Sekitar 22 hari lagi, Chitetsu Watanabe akan berusia 113 tahun. Meski demikian, dia telah memperoleh kado ulang tahun lebih awal dari Guinness World Records (GWR). Foto/AFP
A+ A-
NIIGATA - Sekitar 22 hari lagi, Chitetsu Watanabe akan berusia 113 tahun. Meski demikian, dia telah memperoleh kado ulang tahun lebih awal dari Guinness World Records (GWR). Watanabe telah dinobatkan sebagai lelaki paling tua di dunia. Gelar yang disertai sertifikat GWR itu dia terima belakangan ini di Niigata, Jepang.

Menurut GWR, Watanabe berusia 112 tahun 344 hari. Dia merupakan orang yang terkenal di Jepang setelah kisahnya sering diangkat media asing. Tahun lalu, Watanabe juga tak segan-segan membagikan tips awet muda. Dia mengatakan faktor utama yang menentukan ialah kebiasaan tersenyum dan tidak mudah marah.

”Saya menyukai makanan yang manis seperti gula merah. Tapi, kini, saya lebih banyak makan puding susu manis dan krim karena gigi saya sudah ompong,” kata Watanabe, dikutip CNN.



Sebagai seseorang yang sangat menyukai makanan manis, Watanabe juga bekerja untuk perusahaan gula selama bertahun-tahun.

Watanabe terlahir pada 5 Maret 1907 dan menjadi anak tertua dari delapan bersaudara. Dia kini memiliki lima anak. Saat masih muda, Watanabe juga pernah bekerjadi Dinas Pertanian Pemerintah Jepang dan mengalami pahitnya Perang Dunia II. Dia bergabung dengan tentara Kekaisaran Jepang pada 1944.

Meski usianya sudah tua, Watanabe tetap bugar dan aktif di luar rumah. Dia bahkan mengurus kebun miliknya seperti menanam bonsai sebelum berhenti diusia 104 tahun. Sama seperti Watanabe, Chang Yun Chung yang kini berusia 101 tahun juga selalu aktif. Miliarder tertua di dunia ini selalu pergi bekerja ke kantor.

Chung merupakan pendiri Pacific International Lines (PIL). Lelaki dengan kekayaan mencapai USD1,8 miliar (Rp25,4 triliun) pada 2019 tersebut tetap bekerja penuh dedikasi selama delapan dekade. Dengan pengalaman yang mumpuni, dia berhasil menjadikan PIL sebagai perusahaan perkapalan terbesar di Asia.

Jabatan tertinggi di perusahaan sudah diwariskan kepada putranya, Teo SiongSeng. Kendati demikian, Chung tetap memiliki pengaruh besar dalam sejumlah arah kebijakan perusahaan. Dia bahkan tidak mau kalah dengan anaknya dan belasan ribu karyawannya yang begitu semangat pergi bekerja pada pagi hari.

”Ini sudah menjadikebiasaan saya,” ujar Chung, dikutip cnbc.com. Dengan jabatan chairman, Chung memiliki segudang pekerjaan. Setiba di kantor pusat di Singapura, dia akan mengawasi sistem operasional dan memeriksa kinerja setiap departemen. ”Setiap hari, saya akan menuliskan aktivitas itu di buku,” ujarnya.

Sebagai senior tertua di dunia perkapalan di Singapura, tak sedikit karyawan PIL yang berkonsultasi langsung dengan Chung. Mereka mendiskusikan berbagai hal, termasuk tantangan di lapangan. Chung mengaku gembira dapat berbagi dengan karyawannya dan memiliki hubungan baik sejak tahun 1967. (Muh Shamil)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak