Sekjen PBB Minta Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Mungkinkah Itu Terwujud?

Minggu, 09 Februari 2025 - 18:30 WIB
loading...
A A A
Rezim Zionis tidak pernah memberikan bukti yang kredibel untuk mendukung klaimnya.

Aksi militer Israel di Gaza juga mengakibatkan pemindahan seluruh penduduk wilayah tersebut yang berjumlah 2,3 juta jiwa, dengan beberapa orang mengalami pemindahan berkali-kali, karena hampir 70 persen dari semua bangunan di Jalur Gaza telah hancur atau rusak, bersama dengan 92 persen dari semua unit perumahan.

Estimasi terkini mengungkapkan bahwa aksi genosida rezim Israel telah menewaskan sedikitnya 47.000 warga sipil, sementara menyebabkan 110.000 lainnya terluka, dengan mayoritas adalah anak-anak dan wanita.

Lebih jauh lagi, sekitar 12.000 warga Palestina dilaporkan hilang, yang sebagian besar diyakini telah meninggal.

Tingkat kerusakan yang dialami warga sipil begitu ekstrem sehingga menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 3.000 warga Palestina telah menderita luka bakar dan cacat parah, sehingga tidak dapat diidentifikasi.

Sebuah organisasi bantuan internasional mengatakan amunisi yang tidak meledak yang ditinggalkan oleh pasukan Israel setelah 15 bulan perang genosida rezim tersebut di Gaza mengancam nyawa ribuan warga sipil.

Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, dalam sebuah posting di X pada hari Minggu mengatakan bahwa ia telah mengunjungi sistem kesehatan Gaza.

“Rumah sakit tidak boleh menjadi sasaran. Kita harus membangun kembali dengan cepat,” tulisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved