alexametrics

Jepang Tingkatkan Tes dan Pencegahan Virus Corona Setelah 1 Tewas

loading...
Jepang Tingkatkan Tes dan Pencegahan Virus Corona Setelah 1 Tewas
Warga memakai masker saat antre untuk membeli masker di Tokyo, Jepang. Foto/REUTERS/Issei Kato
A+ A-
TOKYO - Jepang bertekad meningkatkan upaya tes dan pencegahan virus corona setelah satu orang tewas serta konfirmasi kasus baru wabah tersebut.

Seorang dokter dan pengemudi taksi termasuk dalam kasus baru yang dikonfirmasi di Jepang. Kluster terbesar infeksi virus corona di luar China terjadi di kapal pesiar yang dikarantina di pelabuhan Jepang, dengan 218 orang terinfeksi dan dibawa ke rumah sakit.

Pada Jumat (14/2), beberapa penumpang kapal itu telah diizinkan keluar dengan prioritas bagi para penumpang lanjut usia (lansia) yang telah dikarantina di kabin-kabin tanpa jendela. Mereka akan menyelesaikan masa karantina di darat.



Seorang wanita berusia 80-an tahun yang tinggal di wilayah Kanagawa, barat Tokyo, menjadi korban tewas pertama di Jepang akibat virus itu. Dia telah dipindah ke beberapa rumah sakit setelah kondisinya memburuk dan hanya dikonfirmasi terjangkit virus corona setelah kematiannya.

Kematiannya menjadikan total tiga orang tewas akibat virus itu di luar China daratan. Satu orang tewas di Hong Kong dan satu orang tewas di Filipina. Saat ini total korban tewas di China mencapai 1.367 orang.

Ada hampir 450 kasus dikonfirmasi di 24 negara dan wilayah di luar China. Adapun 33 kasus terjadi di Jepang, serta 218 kasus dari kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, selatan Tokyo, sejak 3 Februari.

Seorang sopir taksi di Tokyo, seorang pria berumur 20-an tahun di timur Tokyo, dan seorang dokter di Wakayama, barat Jepang, juga dikonfirmasi terjangkit virus.

"Kami akan tetap bekerja sama dengan pemerintah lokal dan memperluas prosedur tes dan perawatan pasien untuk mencegah penyebaran," ungkap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak