alexametrics

Memanas, Turki Kerahkan Pasukan Khusus ke Idlib Suriah

loading...
Memanas, Turki Kerahkan Pasukan Khusus ke Idlib Suriah
Para personel pasukan khusus Turki. Foto/REUTERS/Huseyin Aldemir/File Photo
A+ A-
ANKARA - Turki telah mengerahkan pasukan khusus ke Idlib, Suriah ketika konflik kedua negara memanas. Militer Ankara juga mengerahkan sejumlah sistem artileri roket di perbatasan kedua negara.

Pengerahan pasukan khusus itu dilaporkan kantor berita Anadolu, Kamis (13/2/2020). Sumber-sumber militer yang dikutip kantor berita tersebut mengatakan kendaraan angkut lapis baja yang berisi pasukan pasukan khusus dikirim ke Idlib melalui Reyhanli, sebuah kota di Provinsi Hatay, Turki, berbatasan dengan Suriah.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengonfirmasi bahwa bala bantuan sedang dikerahkan ke Idlib untuk memastikan gencatan senjata, dan memperingatkan bahwa militer Ankara akan menggunakan kekuatan terhadap siapa pun yang melanggar gencatan senjata, termasuk kelompok radikal yang tidak dia sebutkan.



Mengomentari situasi di Idlib pada hari Kamis, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menekankan bahwa Damaskus memiliki hak untuk terlibat dalam operasi anti-teroris di wilayahnya sendiri.

"Ini adalah masalah memenuhi Kesepakatan Sochi dan kewajiban yang diasumsikan oleh para pihak sesuai dengan dokumen ini. Juga, mungkin yang pertama dan terpenting, kita berbicara tentang perang melawan terorisme yang dilakukan Angkatan Bersenjata Suriah di wilayah negara mereka," kata Peskov saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan intervensi AS dalam konflik Suriah.

Pada hari Rabu, Perwakilan Khusus AS untuk Representatif Suriah James Jeffrey mengatakan kepada media Turki bahwa Washington mendukung kepentingan sah Turki di Idlib.

Pada 3 Februari, lima tentara Turki terbunuh dan lima lainnya cedera dalam bentrokan dengan tentara Suriah. Ankara kemudian merespons dengan menyerang posisi tentara Suriah di wilayah tersebut.

Pada hari Selasa lalu, Kementerian Pertahanan Turki mengklaim bahwa puluhan tentara Suriah tewas oleh serangan balasan. Selain itu, dua tank, instalasi anti-pesawat dan amunisi Suriah dihancurkan. Pada hari Kamis, militer Turki melaporkan bahwa mereka telah "menetralisir" lebih dari 55 tentara Suriah.

Kementerian Luar Negeri Suriah telah berjanji untuk terus memerangi kelompok-kelompok teroris di Idlib dan tempat lain terlepas dari ancaman Turki. Kementerian itu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung, mempersenjatai dan melatih organisasi teroris yang beroperasi di wilayah tersebut. Damaskus juga menegaskan bahwa kehadiran militer Turki di tanah Suriah adalah ilegal.

Idlib adalah salah satu dari empat zona de-eskalasi yang dibuat di Suriah melalui upaya bersama Rusia, Iran dan Turki pada 2017. Wilayah ini diyakini berisi puluhan ribu militan teroris, serta ratusan ribu warga sipil. Akhir tahun lalu, tentara Suriah memulai operasi di wilayah itu setelah serangan berulang-ulang terhadap posisi militer Suriah oleh para militan yang merenggut nyawa puluhan prajurit rezim Damaskus.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak