alexametrics

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri

loading...
Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri
Sejumlah tokoh memilih mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Beragam motif melatarbelakangi tindakan tercela ini. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan
A+ A-
SEJUMLAH tokoh memilih mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri. Beragam motif melatarbelakangi tindakan tercela ini. Ada yang mengakhiri hidup di puncak kejayaan, ada juga karena kekalahan. Sesaat sebelum bunuh diri, mereka ini meninggalkan pesan lewat surat. Berikut daftar para tokoh tersebut.

1. Kurt Cobain, mengungkapkan cinta pada anak dan istri

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri




Kurt Cobain terkenal di antara penyuka musisi grunge. Namun, karena ketenarannya ia mengidap ADHD dan bipolar disorder. Hal tersebut membuatnya depresi dan berpaling pada obat-obatan dan alkohol.

Akhirnya ia menembak diri sendiri. Tetapi sebelumnya Kurt Cobain meninggalkan sepucuk surat terakhir untuk anak dan istrinya. Frances dan Courtney, aku akan berada di altar kalian. Teruslah melanjutkan hidup dengan Frances, Courtney. Ia akan lebih bahagia tanpa aku. AKU MENCINTAI KALIAN. AKU MENCINTAI KALIAN.2. Adolf Hitler, memilih mati ketimbang menanggung malu

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri


Sepertinya aneh melihat Adolf Hitler, orang yang sangat berkuasa di Jerman pada masanya ini berakhir dengan bunuh diri tragis. Namun, itulah faktanya. Hitler dan istrinya, Eva Braun memutuskan mengakhiri hidup mereka 40 jam setelah mengucapkan janji sehidup semati.
Hitler menutup mata selamanya dengan sepucuk pistol, sedangkan Eva menenggak sianida. Sehari sebelumnya Hitler sempat meninggalkan sebuah wasiat: Aku dan istriku memilih mati untuk lari dari kekalahan ini. Kami berharap agar jasad ini dikremasi secepatnya…

3. Vincent Van Gogh, menderita kesedihan tiada akhir
Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri
Pelukis Starry Night ini mengalami depresi akut. Ia menganggap kesedihan takkan ada akhirnya. Ucapan terakhir yang keluar dari mulutnya sebelum tutup usia pun berbunyi, ‘La tristesse durera toujours’, yang artinya kesedihan tetap ada untuk selamanya. Selain kata terakhirnya tersebut, Van Gogh juga sempat menulis surat untuk sang adik tiga hari sebelum ia bunuh diri. Surat tersebut berbunyi: ‘… karyaku, aku mendedikasikan hidupku untuknya dan logikaku hampir hilang juga karena mereka-tapi tak apa-sejauh yang aku tahu, kamu bukan seperti para penjual itu, kamu masih bisa memilih di sisi mana akan berdiri, menurutku pada kemanusiaan, tapi apa yang kamu mau?’
4. Marilyn Monroe, merasa tak menjadi bagian umat manusia

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri


Sangat terkenal pada zamannya, Marilyn Monroe memilih mengakhiri hidupnya dengan menenggak obat-obatan. Ia melakukan hal tersebut karena merasa depresi akan ketenarannya. Marilyn menulis surat untuk temannya Lee Strasbourg sebelum bunuh diri, tapi tak pernah terkirimkan.Penggalan surat tersebut berbunyi: ‘Aku tetap merasa tersesat… semuanya mengacaukan konsentrasiku… aku tak tahu ingin berbuat apa… terdengar gila, tapi kurasa aku akan benar-benar gila. Saat berada di depan kamera, semua konsentrasi dan yang sudah kupelajari hilang. Aku tak merasa di dunia ini lagi.’
5. Freddie Prinze, merasa tak memiliki harapan hidup

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri


Komedian yang melejit sejak muda dan merupakan ayah dari Freddie Prinz Jr. ini mengakhiri hidupnya di pucuk senapan. Ia tak kuasa menahan depresi atas ketenarannya. Sebelumnya ia sempat menjadi pecandu alkohol dan obat-obatan.Prinz meninggalkan sebuah catatan sebelum bunuh diri: ‘Aku harus mengakhirinya. Tak ada harapan lagi. Aku akan merasakan kedamaian. Semua orang tak ada sangkut pautnya dengan keputusan ini. Ini sepenuhnya keputusanku.’
6. Kevin Carter, dibayangi penderitaan anak-anak kelaparan

Goresan Pena Terakhir Para Pesohor Sebelum Bunuh Diri


Anda pasti pernah lihat foto seorang anak kecil Afrika yang kelaparan dengan background burung bangkai kan? Nah, fotografer peraih Pulitzer itu adalah Kevin Carter. Namun sayang, ia memutuskan bunuh diri karena depresi dan tertekan akibat fotonya tersebut.
Sebelum menenggak karbon monoksida di dalam mobil, Kevin meninggalkan catatan: ‘… maaf. Penderitaan hidup ini menutup semua kebahagiaan. Depresi… Tanpa telepon… Tanpa uang sewa… Tanpa uang untuk anak-anak… Tanpa uang untuk membayar utang… Uang!!! Aku dihantui ingatan tentang pembunuhan dan mayat, kemarahan, dan penderitaan dari anak-anak yang kelaparan, orang-orang gila, kebanyakan polisi, algojo…’
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak