alexametrics

Pengamat: Kesepakatan Abad Ini Trump Lambungkan Nama Netanyahu

loading...
Pengamat: Kesepakatan Abad Ini Trump Lambungkan Nama Netanyahu
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. FOTO/Timesof Israel
A+ A-
TEL AVIV - Nelly Gutina, seorang penulis dan komentator politik Israel mengatakan, kesepakatan abad ini yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donad Trump memberikan pengaruh yang sangat besar dalam politik dalam negeri Israel. Pengumuman Trump akan kesepakatan tersebut membuat peta politik Israel mengalami perubahan yang cukup signifikan.

"Waktu pengumuman kesepakatan abad ini di tengah-tengah krisis politik Israel dan menjelang pemilihan umum ketiga tidak dapat dihindari menjadikannya faktor dalam politik domestik Israel," kata Gutina.

Gutina mengatakan, pengumuman tersebut membuat pamor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melambung dan kemungkinan besar dapat membuat proses hukum terhadapnya terhenti. Terlebih, saingan utama Netanyahu, Beny Gantz membuat pernyataan yang mendapat respon kurang baik dari dalam negeri.



Dia menuturkan, meski Gantz telah menyatakan dukungan kuat terhadap kesepakatan tersebut. Namun, jelas Gutina, pernyataan Gantz bahwa ia akan melaksanakan kesepakatan hanya dengan persetujuan masyarakat internasional, mendapat cemoohan dari Netanyahu dan kebanyakan masyarakat Israel.

Menurut Gutina, kesepakatan dapat lebih lanjut mempengaruhi lanskap politik Israel. Dia mencatat bahwa sementara Netanyahu dan Gantz mendukung rencana tersebut, kaum kiri radikal dan sejumlah kekuatan ekstrem kanan menolak proposal Trump.

"Dalam hal pemilihan, ini dapat mengakibatkan menghilangnya koalisi HaAvoda-Merets sebagai faktor yang relevan dalam politik Israel. Setelah menjadi faktor utama dalam agenda, rencana Trump dapat melemahkan partai (Avigdor) Lieberman, tetapi pada saat yang sama sangat memperkuat partai Arab dari Arab United List," ungkapnya.

Sementara itu, Gutina mengatakan, bahwa meskipun Liga Arab menolak proposal Trump, seharusnya tidak ada perlawanan aktif dari negara-negara Arab karena masalah Palestina belum menjadi agenda utama mereka untuk waktu yang lama.

"Negara-negara Arab, masing-masing karena alasannya sendiri, menghadapi banyak ancaman eksternal dan tantangan internal, sehingga mereka tidak terlalu peduli dengan orang-orang Arab Palestina. Karena itu, mereka tidak akan mendukung putaran protes berikutnya oleh Palestina. Orang tidak dapat mengatakan hal yang sama tentang Iran," ujarnya.

Meskipun tidak percaya bahwa kesepakatan yang banyak dinanti-nantikan akhirnya akan tercapai antara Israel dan pemerintah Palestina, Gutina mengatakan bahwa arti dari proposal AS adalah itu mengubah paradigma dan menantang konsensus internasional selama puluhan tahun tentang masalah Israel-Palestina.

"Paradoksnya adalah konsensus inilah yang menyebabkan stagnasi dan dalam hal ini, rencana Trump memecah kebuntuan dan memperkenalkan dinamika baru", tambahnya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak