alexametrics

Jumlah Migran dalam Program 'Tetap di Meksiko' Turun Tajam

loading...
Jumlah Migran dalam Program Tetap di Meksiko Turun Tajam
Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko Marcelo Ebrard. Foto/REUTERS/Edgard Garrido
A+ A-
MEXICO CITY - Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko Marcelo Ebrard menyatakan jumlah migran yang menunggu hasil kasus imigrasi Amerika Serikat (AS) di Meksiko telah turun dari 50.000 orang menjadi sekitar 2.500.

Sejak Januari 2019, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengirim para migran yang sebagian besar dari Amerika Tengah dan Kuba, ke Meksiko dalam kebijakan yang disebut Protokol Proteksi Migran (MPP).

Kebijakan ini menjadi kunci utama upaya Trump mengurangi gelombang migran yang mencari suaka di AS.



Saat konferensi pers, Ebrard memperkirakan jumlah migran dalam program "Tetap di Meksiko" akan tetap berada pada level sekarang.

"Jumlah migran yang melintasi perbatasan bersama antara AS dan Meksiko berkurang sekitar 75% dalam delapan bulan terakhir," ungkap Ebrard.

Pemerintahan Trump menjadikan migran sebagai isu utama selama kampanye. Sejak menjabat, Trump terus berupaya melaksanakan berbagai janjinya untuk membatasi migran, termasuk membangun dinding perbatasan.

AS kemudian membuat kesepakatan dengan Meksiko dan beberapa negara Amerika Tengah untuk mengurangi gelombang migran. Washington juga mengancam menerapkan sanksi jika negara-negara Amerika Tengah tidak melaksanakan berbagai kebijakan untuk mengurangi para migran yang bertujuan ke AS.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak