Bos NATO Klaim Punya Rahasia Akhiri Perang Ukraina yang Bikin Putin Tak Berani Lagi
Senin, 03 Februari 2025 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sudah memiliki ide tentang seperti apa komposisi ini nantinya. Namun, kami tidak ingin membuat Putin lebih pintar dari yang sudah ada,” lanjut mantan Perdana Menteri Belanda tersebut.
"Kami merahasiakannya sedikit. Hanya akhirnya yang pasti—Putin tidak akan pernah mencoba lagi setelah ini,” imbuh dia.
Rutte menolak menjelaskan lebih lanjut tentang idenya tersebut.
Dia juga ditanya selama wawancara tentang arah invasi skala penuh Rusia, dan apakah Ukraina bersama sekutu Barat-nya kalah mengingat kemajuan pasukan Moskow yang terus menerus di Donbas.
"Front bergerak ke arah yang salah. Namun, berapa harganya?," katanya, seraya menambahkan: "Rusia membayarnya dengan 1.000 hingga 1.500 orang per hari yang meninggal atau terluka parah. Namun, Rusia tidak mencapai tujuan mereka.
"Dan tugas kita adalah memastikan bahwa mereka tidak akan pernah mencapai tujuan mereka. Jadi, Ukraina tidak kalah dan kita harus mendukung mereka untuk mencapai posisi yang kuat,” paparnya.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa timnya telah terlibat dalam diskusi "sangat serius" dengan pihak Rusia tentang cara mengakhiri perang di Ukraina.
"Kami merahasiakannya sedikit. Hanya akhirnya yang pasti—Putin tidak akan pernah mencoba lagi setelah ini,” imbuh dia.
Rutte menolak menjelaskan lebih lanjut tentang idenya tersebut.
Dia juga ditanya selama wawancara tentang arah invasi skala penuh Rusia, dan apakah Ukraina bersama sekutu Barat-nya kalah mengingat kemajuan pasukan Moskow yang terus menerus di Donbas.
"Front bergerak ke arah yang salah. Namun, berapa harganya?," katanya, seraya menambahkan: "Rusia membayarnya dengan 1.000 hingga 1.500 orang per hari yang meninggal atau terluka parah. Namun, Rusia tidak mencapai tujuan mereka.
"Dan tugas kita adalah memastikan bahwa mereka tidak akan pernah mencapai tujuan mereka. Jadi, Ukraina tidak kalah dan kita harus mendukung mereka untuk mencapai posisi yang kuat,” paparnya.
Komentar tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa timnya telah terlibat dalam diskusi "sangat serius" dengan pihak Rusia tentang cara mengakhiri perang di Ukraina.
Lihat Juga :