Israel Kirim 90 Rudal ke Ukraina Lewat Polandia
Jum'at, 31 Januari 2025 - 15:01 WIB
loading...
Rudal Patriot diluncurkan dari sistem baterai. Foto/army technology
A
A
A
TEL AVIV - Sekitar 90 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot telah dikirim dari Israel ke Polandia, dari sana rudal-rudal itu akan diteruskan ke Ukraina.
Axios melaporkan hal itu, mengutip tiga sumber anonim. Setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memensiunkan Patriot yang dipasok Amerika Serikat (AS) pada April 2024, Kiev meminta rudal-rudal itu.
Moskow memperingatkan Israel tentang potensi konsekuensi pada saat itu, dan gagasan itu tampaknya tidak membuahkan hasil.
"Dalam beberapa hari terakhir," Axios melaporkan pekan ini, beberapa pesawat angkut Angkatan Udara AS C-17 mengangkut rudal-rudal itu dari pangkalan udara di Israel selatan ke kota Rzeszow di Polandia, pusat logistik NATO untuk memasok Ukraina.
Israel memberi tahu Moskow tentang langkah itu dan mengatakan mereka "hanya mengembalikan sistem Patriot ke AS" daripada memasok senjata ke Ukraina, Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya.
Pejabat yang sama mengklaim ini adalah hal yang sama dengan pemindahan peluru artileri AS dari "penyimpanan darurat" di Israel ke Ukraina dua tahun lalu.
Baik Pentagon maupun Komando Eropa AS menolak memberikan komentar kepada Axios terkait berita tersebut. Rusia belum secara resmi menanggapi masalah tersebut.
Menurut Axios, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menerima panggilan telepon dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky "selama berminggu-minggu."
Situasi berubah pada akhir September ketika Netanyahu meminta izin Zelensky agar para peziarah Hasid dapat mengunjungi Uman, kota di selatan Kiev tempat pendiri gerakan mereka, Reb Nachman dari Bratslav, dimakamkan.
“Zelensky menolak hingga Netanyahu menyetujui pemindahan Patriot,” ungkap seorang pejabat Ukraina kepada Axios.
Seorang juru bicara Netanyahu mengakui kepada Axios bahwa sistem Patriot telah "dikembalikan ke AS," dan menambahkan, "Kami tidak tahu apakah sistem itu dikirim ke Ukraina."
Juru bicara itu juga membantah adanya hubungan antara Patriot dan ziarah Uman.
Pengiriman rudal tersebut merupakan sumbangan Israel yang "paling signifikan" bagi Kiev sejak konflik Rusia-Ukraina meningkat pada Februari 2022.
Israel telah lama bersikeras hanya memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kiev, karena khawatir akan pembalasan dari Moskow di Suriah, atau melalui pasokan senjata canggih kepada Iran, menurut media.
Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, memperingatkan Israel pada bulan Juli bahwa mempersenjatai Kiev akan "memiliki konsekuensi politik tertentu," dengan mencatat senjata apa pun yang dikirim ke Ukraina "pada akhirnya akan dihancurkan," sama seperti yang lainnya.
Moskow telah mengurangi kehadiran militernya di Suriah setelah pemerintahan Presiden Bashar Assad di Damaskus runtuh akibat serangan oleh pejuang Hayat Tahrir al-Sham pada bulan Desember.
Israel menggunakan pergolakan tersebut untuk menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer Suriah dan menduduki wilayah tambahan di Dataran Tinggi Golan.
Awal bulan ini, Rusia menyelesaikan perjanjian "kemitraan strategis" dengan Iran.
Baca juga: Abu Ubaidah: Panglima Militer Hamas Mohammad Deif Terbunuh oleh Serangan Israel
Axios melaporkan hal itu, mengutip tiga sumber anonim. Setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memensiunkan Patriot yang dipasok Amerika Serikat (AS) pada April 2024, Kiev meminta rudal-rudal itu.
Moskow memperingatkan Israel tentang potensi konsekuensi pada saat itu, dan gagasan itu tampaknya tidak membuahkan hasil.
"Dalam beberapa hari terakhir," Axios melaporkan pekan ini, beberapa pesawat angkut Angkatan Udara AS C-17 mengangkut rudal-rudal itu dari pangkalan udara di Israel selatan ke kota Rzeszow di Polandia, pusat logistik NATO untuk memasok Ukraina.
Israel memberi tahu Moskow tentang langkah itu dan mengatakan mereka "hanya mengembalikan sistem Patriot ke AS" daripada memasok senjata ke Ukraina, Axios melaporkan, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya.
Pejabat yang sama mengklaim ini adalah hal yang sama dengan pemindahan peluru artileri AS dari "penyimpanan darurat" di Israel ke Ukraina dua tahun lalu.
Baik Pentagon maupun Komando Eropa AS menolak memberikan komentar kepada Axios terkait berita tersebut. Rusia belum secara resmi menanggapi masalah tersebut.
Menurut Axios, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menerima panggilan telepon dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky "selama berminggu-minggu."
Situasi berubah pada akhir September ketika Netanyahu meminta izin Zelensky agar para peziarah Hasid dapat mengunjungi Uman, kota di selatan Kiev tempat pendiri gerakan mereka, Reb Nachman dari Bratslav, dimakamkan.
“Zelensky menolak hingga Netanyahu menyetujui pemindahan Patriot,” ungkap seorang pejabat Ukraina kepada Axios.
Seorang juru bicara Netanyahu mengakui kepada Axios bahwa sistem Patriot telah "dikembalikan ke AS," dan menambahkan, "Kami tidak tahu apakah sistem itu dikirim ke Ukraina."
Juru bicara itu juga membantah adanya hubungan antara Patriot dan ziarah Uman.
Pengiriman rudal tersebut merupakan sumbangan Israel yang "paling signifikan" bagi Kiev sejak konflik Rusia-Ukraina meningkat pada Februari 2022.
Israel telah lama bersikeras hanya memberikan bantuan kemanusiaan kepada Kiev, karena khawatir akan pembalasan dari Moskow di Suriah, atau melalui pasokan senjata canggih kepada Iran, menurut media.
Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, memperingatkan Israel pada bulan Juli bahwa mempersenjatai Kiev akan "memiliki konsekuensi politik tertentu," dengan mencatat senjata apa pun yang dikirim ke Ukraina "pada akhirnya akan dihancurkan," sama seperti yang lainnya.
Moskow telah mengurangi kehadiran militernya di Suriah setelah pemerintahan Presiden Bashar Assad di Damaskus runtuh akibat serangan oleh pejuang Hayat Tahrir al-Sham pada bulan Desember.
Israel menggunakan pergolakan tersebut untuk menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer Suriah dan menduduki wilayah tambahan di Dataran Tinggi Golan.
Awal bulan ini, Rusia menyelesaikan perjanjian "kemitraan strategis" dengan Iran.
Baca juga: Abu Ubaidah: Panglima Militer Hamas Mohammad Deif Terbunuh oleh Serangan Israel
(sya)
Lihat Juga :