alexametrics

Media Korsel: Virus Corona Bunuh 5 Orang di Korut tapi Dirahasiakan

loading...
Media Korsel: Virus Corona Bunuh 5 Orang di Korut tapi Dirahasiakan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/KCNA via REUTERS
A+ A-
SEOUL - Media yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), Daily NK, menerbitkan laporan mengejutkan yang menyebut virus Corona baru telah menyebar di Korea Utara (Korut). Media itu bahkan mengatakan virus sudah membunuh lima orang dan rezim Kim Jong-un membuang lima jenazah untuk merahasiakan penyebaran wabah tersebut.

Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang, seharusnya mengadakan parade militer besar-besaran pada hari Sabtu pekan lalu untuk menandai ulang tahunnya ke-72 angkatan bersenjata negara tersebut.

Tahun lalu, diktator muda Kim Jong-un memimpin prosesi akbar militer yang menampilkan semua senjata baru negara komunis tersebut. Namun, pada tahun ini tak ada pemandangan seperti itu.



Laporan media lokal, yang dikontrol ketat oleh Kim dan Partai Buruh yang berkuasa, mengatakan Partai Buruh telah berhasil memerangi "kesulitan parah dan berbahaya" tetapi tidak menyinggung ketiadaan parade militer sama sekali.

Hal itu memicu kecurigaan bahwa virus Corona baru, 2019-nCoV, yang berasal dari daratan China dan telah menyebar ke hampir 30 negara lain, telah mencapai negara tertutup tersebut.

Fakta bahwa setiap wilayah China yang berjarak 3.000 km dari Korea Utara—kecuali Mongolia yang berpenduduk jarang—telah mengonfirmasi setidaknya satu kasus atau orang yang terinfeksi virus Corona baru.

Laporan Daily NK mengklaim menggunakan sumber-sumber dari dalam negara komunis tersebut. Menurut laporan itu, lima orang tewas di kota Sinuiju, kota komunitas China terbesar di Korea Utara dan merupakan rute perdagangan utama antara kedua negara.

"Pihak berwenang telah memerintahkan pejabat kesehatan masyarakat di Sinuiju untuk segera membuang mayat dan menjaga rahasia kematian dari masyarakat," tulis media Korea Selatan tersebut.

Menurut laporan media itu, virus Corona baru telah menyebar ke Korea Utara melalui perdagangan ilegal lintas perbatasan.

"Beberapa dugaan infeksi Coronavirus telah terjadi di Korea Utara meskipun telah menutup semua perbatasannya," tulis Chosun Ilbo, surat kabar ternama Korea Selatan. "Infeksi kemungkinan besar menyebar melalui bagian keropos perbatasan dengan China yang melihat banyak penyelundupan dan lalu lintas rahasia lainnya."

Laporan itu mencatat kasus-kasus diduga terjadi di antara mereka yang terlibat dalam penyelundupan antara Korea Utara dan China. (Baca: Virus Corona Sudah Bunuh 909 Orang, Publik China Mulai Marah)

Korea Utara menutup perbatasan sepanjang 141km dengan China serta perbatasan sepanjang 17km dengan Rusia. Negara itu melarang masuk turis asal China sejak akhir bulan lalu dan membatalkan semua penerbangan antara Beijing dan Pyongyang.

Negara yang dipimpin Kim Jong-un ini sudah kekurangan obat-obatan dasar dan peralatan medis. Jika virus terus menyebar, pihak berwenang di Korea Utara khawatir hal itu akan merusak "kekuatan" rezim Kim Jong-un, di mana sebagian besar rakyatnya sudah menderita karena kelaparan dan kemiskinan.

Choi Jung-hoon, seorang pembelot Korea Utara yang sekarang menjadi profesor riset di Institut Riset Kebijakan Publik Universitas Korea di Seoul, mengatakan infrastruktur medis negara itu difokuskan di ibu kota.

"Di Korea Utara, prioritas diberikan kepada anggota terkemuka pemerintah di Pyongyang," katanya kepada VOA, Senin (10/2/2020). "Ketika ada wabah penyakit menular di Korea Utara, hanya Pyongyang yang sepenuhnya dilindungi."

"Pemimpin Korea Utara tidak mengambil tindakan yang tepat (untuk melindungi) warga Korea Utara yang mencari nafkah sehari-hari dengan mengandalkan jalan-jalan ini untuk melakukan perjalanan ke berbagai daerah, yang menempatkan mereka dalam situasi yang lebih buruk," ujar Choi.

"Sistem medis Korea Utara buruk, karena dunia mungkin tahu," kata Choi. "(Negara) itu tidak memiliki peralatan medis yang tepat, apalagi fasilitas listrik atau pasokan air yang dapat diandalkan di rumah sakit dan pusat kesehatan."

Menurut media pemerintah Korea Utara, tes telah diperintahkan untuk semua orang yang memasuki Pyongyang melalui jalan darat dan bagi siapa saja yang telah bepergian ke luar negeri.

Surat kabar Korea Selatan, JoongAng Ilbo, melaporkan bahwa seorang wanita telah didiagnosis tarjangkit virus Corona baru di Pyongyang dan semua orang yang berhubungan dengannya telah dikarantina.

Meskipun demikian, para pejabat dan media Korea Utara terus secara terbuka menyangkal wabah virus sudah masuk melalui perbatasannya. (Baca juga: Virus Corona Bunuh 910 Orang, China Bantah Anggapan Senjata Biologi)

Song In-bom, seorang pejabat kesehatan Korea Utara, muncul di Korean Central Television yang dikelola pemerintah pada Minggu malam dan mengatakan masih belum ada kasus virus tersebut. Namun, dia mendesak "kesadaran sipil" untuk mencegah penyebarannya.

Choi mengatakan kemungkinan wabah Coronavirus menyebar di Korea Utara, namun pihak berwenang akan terus berusaha menyembunyikannya.

"Karena Korea Utara berusaha memasang citra memiliki ilmu kedokteran 'self-sufficient' terbaik untuk mengobati dan mencegah penyakit menular melalui propaganda, rezim enggan mengumumkan wabah apa pun di depan umum," kata Choi.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak