Eks Menlu Greenland: Denmark Ancam Kami Setiap Kali Ingin Merdeka
Jum'at, 17 Januari 2025 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Partai Naleraq memiliki rencana yang sangat jelas untuk meninggalkan Kerajaan Denmark, yaitu jika partai tersebut memenangkan pemilihan Parlemen 2025, partai tersebut akan mengajukan permohonan referendum kemerdekaan pada hari yang sama, imbuh Broberg.
"Mungkin butuh waktu dua hari, mungkin butuh waktu dua bulan, mungkin butuh waktu dua tahun. Rencana yang telah kami kembangkan didasarkan pada bagaimana kami meninggalkan Uni Eropa pada tahun 80-an. Kami memilih pada tahun 1982, dan kami keluar pada tahun 1985. Brexit juga memakan waktu tiga tahun, dan itulah sebabnya kami terus mengatakan bahwa pembahasannya adalah tentang periode tiga tahun. Hal terpenting bagi kami adalah memulai prosesnya sendiri," kata mantan menteri tersebut.
Menurutnya, Amerika Serikat tidak memiliki peluang menyuap pemerintah Greenland untuk mencaplok pulau tersebut.
"Tidak," kata Broberg menanggapi pertanyaan terkait.
Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, menyebutnya sebagai "keharusan mutlak" bagi Amerika Serikat untuk memiliki Greenland.
Perdana Menteri Greenland Mute Egede menanggapi dengan mengatakan bahwa pulau itu tidak untuk dijual.
"Mungkin butuh waktu dua hari, mungkin butuh waktu dua bulan, mungkin butuh waktu dua tahun. Rencana yang telah kami kembangkan didasarkan pada bagaimana kami meninggalkan Uni Eropa pada tahun 80-an. Kami memilih pada tahun 1982, dan kami keluar pada tahun 1985. Brexit juga memakan waktu tiga tahun, dan itulah sebabnya kami terus mengatakan bahwa pembahasannya adalah tentang periode tiga tahun. Hal terpenting bagi kami adalah memulai prosesnya sendiri," kata mantan menteri tersebut.
AS Tak Memiliki Peluang Membeli Greenland
Menurutnya, Amerika Serikat tidak memiliki peluang menyuap pemerintah Greenland untuk mencaplok pulau tersebut.
"Tidak," kata Broberg menanggapi pertanyaan terkait.
Presiden terpilih AS Donald Trump, yang akan menjabat pada 20 Januari 2025, menyebutnya sebagai "keharusan mutlak" bagi Amerika Serikat untuk memiliki Greenland.
Perdana Menteri Greenland Mute Egede menanggapi dengan mengatakan bahwa pulau itu tidak untuk dijual.
Lihat Juga :