alexametrics

Berdesak-desakan Saat Kebaktian di Stadion, 20 Orang Tewas

loading...
Berdesak-desakan Saat Kebaktian di Stadion, 20 Orang Tewas
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
DAR ES SALAAM - Setidaknya 20 orang tewas dan lebih dari belasan lainnya terluka setelah berdesak-desakan saat kebaktian di sebuah stadion di Tanzania utara pada Sabtu malam. Hal itu diungkapkan oleh pejabat pemerintah setempat.

Ratusan orang memadati stadion di kota Moshi dekat lereng Gunung Kilimanjaro pada Sabtu malam. Mereka saling berdesak-desakkan saat berebut untuk dibasuh dengan minyak yang diberkati.

"Dua puluh orang tewas dan 16 lainnya cedera dalam insiden itu," kata komisioner distrik Moshi Kippi Warioba kepada Reuters melalui telepon.



"Lima dari mereka yang tewas adalah anak-anak," sambungnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Londong, Inggris itu.

"Desak-desakan terjadi ketika para jamaat berhamburan untuk dibasuh dengan minyak yang diberkati," ujar Warioba.

Pastor Boniface Mwamposa menarik perhatian banyak orang dnegan menjanjikan kesejahteraan dan menyembuhkan penyakit bagi para jamaat yang berjalan di atas apa yang ia gambarkan sebagai minyak yang diberkati selama kebaktian gerejanya.

Pihak berwenang khawatir jumlah korban jiwa bisa bertambah karena jumlah kerumunan dan kondisi gelap ketika insiden tragis itu terjadi.

“Insiden itu terjadi pada malam hari dan ada banyak orang, sehingga ada kemungkinan lebih banyak korban bisa muncul. Kami masih menilai situasinya,” ucap Warioba.

Tanzania telah melihat peningkatan jumlah pendeta "injil kemakmuran" dalam beberapa tahun terakhir, yang berjanji untuk mengangkat orang keluar dari kemiskinan dan melakukan apa yang mereka sebut penyembuhan ajaib.

Ribuan orang di negara berpenduduk 55 juta itu berbondong-bondong ke gereja-gereja Pentakosta, yang sumber pendapatan utamanya adalah “persepuluhan”, 10% dari pendapatan yang diminta untuk disumbangkan oleh para jamaat.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak