Denmark: Greenland Mungkin Bisa Merdeka, tapi Mustahil Gabung AS

Kamis, 09 Januari 2025 - 08:17 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan pada hari Selasa bahwa dia tidak dapat membayangkan ambisi Trump akan mengarah pada intervensi militer AS di Greenland. Kemampuan militer Denmark di sana terbatas pada empat kapal inspeksi, satu pesawat pengintai Challenger, dan patroli kereta luncur anjing.

Menanggapi ancaman tarif Trump terhadap Denmark, yang menurut analis di Danske Bank berpotensi sangat merugikan perusahaan Denmark, Frederiksen mengatakan dia tidak berpikir perang dagang dengan Amerika Serikat adalah cara yang baik untuk maju.

Denmark adalah rumah bagi Novo Nordisk, perusahaan paling berharga di Eropa, yang membuat obat penurun berat badan Wegovy yang telah menjadi sangat populer di Amerika Serikat, mitra dagang terbesar negara Nordik tersebut.

Istana kerajaan Denmark tidak memberikan rincian tentang pertemuan Raja Frederik dengan Egede dari Greenland.

Sementara banyak warga Greenland memimpikan kemerdekaan dari Denmark, Raja Frederik tetap populer di pulau itu, setelah menghabiskan waktu yang lama di sana, termasuk ekspedisi empat bulan di lapisan es. Bulan lalu, istana kerajaan memperindah lambang negaranya, dengan memperbesar beruang kutub yang melambangkan Greenland.

"Dia populer di Greenland. Jadi, dia jelas dapat membantu hubungan Denmark-Greenland," kata Damien Degeorges, konsultan berbasis di Reykjavik yang mengkhususkan diri di Greenland, kepada Reuters.

Trump telah mengangkat isu tentang pengambilalihan Greenland oleh AS selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden, tetapi pernyataan terakhirnya masih membingungkan banyak warga Denmark.

"Saya menganggapnya sangat menggelikan," kata Jeppe Finne Sorenson, seorang insinyur data di ibu kota Denmark. "Kami memiliki aliansi, kami sekutu. Jadi, ini tidak benar-benar menghormati itu."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Mobil Dibom Israel,...
Mobil Dibom Israel, Jenderal Angkatan Darat Lebanon Tewas
Rekomendasi
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved