alexametrics

PPI: Ada Rencana Evakuasi WNI dan Mahasiswa RI dari Wuhan

loading...
PPI: Ada Rencana Evakuasi WNI dan Mahasiswa RI dari Wuhan
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan, China menyatakan, pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri Indonesia memiliki rencana untuk melakukan evakuasi mahasiswa Indonesia dan WNI dari kota Wuhan. Foto/Reuters
A+ A-
WUHAN - Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan, China menyatakan, pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri Indonesia memiliki rencana untuk melakukan evakuasi mahasiswa Indonesia dan WNI dari kota Wuhan. Namun, PPI menyatakan, jika terealisasi, proses evakuasi akan membutuh proses yang cukup panjang, mengingat status kota Wuhan yang masih terkunci.

"Kami dari PPI Wuhan sudah koordinasi dengan KBRI dan Kemlu, dari mereka ada arah untuk ke sana (evakuasi). Tapi, butuh proses, karena kebijakan pemerintah Wuhan untuk "lockdown"," kata ketua PPI Wuhan, Nur Mussyafak.

Nur, melalui pesan singkat kepada Sindonews pada Minggu (26/1/2020), kemudian mengatakan, hal yang paling mendesak dan dibutuhkan oleh WNI di Wuhan saat ini adalah bantuan logistik.



"Bantuan diharapkan dari KBRI. Pihak KBRI selalu mengawasi kita, meminta perkembangan dari kami. Rencana yang paling mendesak itu logistik, selagi menunggu teman-teman untuk evaskuasi, logistik harus dipenuhi dan kami sudah koordinasi dengan KBRI," ungkapnya.

Ketika disinggung apakah sejauh ini sudah ada bantuan dari KBRI, Nur mengatakan belum ada. Hal ini karena pihaknya masih mengkoordinasikan hal tersebut dengan KBRI.

Sebelumnya diwartakan, Amerika Serikat (AS) dan Rusia dilaporkan tengah mempersiapkan rencana untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) mendesak warganya untuk mengungsi dari provinsi Hubei, setelah menaikkan tingkat ancamannya ke tingkat tertinggi pada hari Sabtu.

(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak