alexametrics

Dua Wanita Rohingya Tewas Terkena Artileri Tentara Myanmar

loading...
Dua Wanita Rohingya Tewas Terkena Artileri Tentara Myanmar
Warga Muslim Rohingya berada di dekat rumahnya yang hancur. Foto/Online
A+ A-
YANGON - Dua wanita yang salah satunya sedang hamil tewas dan tujuh orang lainnya terluka setelah tentara Myanmar menembaki satu desa Rohingya dengan artileri.

Serangan itu terjadi hanya dua hari setelah Pengadilan Internasional memerintahkan negara itu untuk melindungi kelompok minoritas.

Anggota parlemen untuk kota Buthidaung, utara Rakhine, Maung Kyaw Zan menyatakan artileri yang ditembakkan dari markas batalion terdekat mengenai desa Kin Taung pada tengah malam.



"Tak ada pertempuran, mereka hanya menembakkan artileri ke satu desa tanpa ada pertempuran," ujar Maung pada Reuters melalui telepon.

Maung menyatakan ini kedua kalinya dalam tahun ini ada warga sipil yang tewas terbunuh oleh tentara Myanmar.

Militer Myanmar menyangkal bertanggung jawab atas penembakan itu. Mereka menuding pemberontak yang menyerang jembatan pada dini hari.

Lebih dari 730.000 Muslim Rohingya mengungsi meninggalkan Rakhine menuju Bangladesh pada 2017 akibat operasi militer Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut operasi militer itu memiliki niat genosida.

Kawasan itu juga mengalami konflik antara militer dan Laskar Arakan, kelompok pemberontak yang merekrut warga mayoritas Budha. Konflik itu juga mengakibatkan puluhan ribu orang mengungsi dan puluhan orang tewas.

Ratusan ribu Rohingya masih tinggal di Rakhine meski mengalami kondisi seperti apartheid. Mereka tak dapat melakukan perjalanan dengan bebas. Mereka juga tak mendapat akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Mereka terjebak di tengah konflik dan pertempuran. Adanya pembatasan perjalanan membuat mereka tak dapat lari ke wilayah terdekat yang mayoritas Budha.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak