alexametrics

Gempa Dahsyat Turki, Korban Tewas Jadi 18 Orang dan 500 Luka

loading...
Gempa Dahsyat Turki, Korban Tewas Jadi 18 Orang dan 500 Luka
Orang-orang berdiri di luar sebuah gedung yang runtuh setelah gempa bumi di provinsi Elazig, Turki, 24 Januari 2020. Foto/Demiroren News Agency (DHA) via REUTERS
A+ A-
ELAZIG - Gempa dahsyat melanda Turki timur pada hari Jumat. Korban tewas hingga Sabtu (25/1/2020) bertambah menjadi 18 orang dan lebih dari 500 orang lainnya terluka.

Gempa magnitudo 6,8 ini meruntuhkan bangunan di kota-kota yang dekat dengan pusat gempa di Provinsi Elazig, sekitar 550 km sebelah timur Ankara. Puluhan gempa susulan menggoyang negara Presiden Recep Tayyip Erdogan itu setelah gempa besar pertama terjadi.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan 13 orang tewas di Elazig dan lima lainnya di provinsi tetangga Elazig, Malatya. Dia bersama menteri lainnya telah datang ke lokasi gempa untuk mengawasi operasi penyelamatan. (Baca: Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Turki, 14 Tewas)



Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan pekerja darurat sedang mencari 30 orang yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan, dan lebih dari 500 orang lainnya yang terluka.

Lembaga penyiaran negara, TRT, memperlihatkan cuplikan video yang menunjukkan polisi dan pekerja darurat mendatangi bangunan-bangunan yang runtuh di Elazig. Puing-puing jendela dan balkon yang hancur berserakan di tanah.

Di gedung lain yang runtuh, tim bekerja dengan tangan mereka untuk mengeluarkan batu bata dan plester dari reruntuhan. Di tempat lain pekerja darurat menggunakan bor dan penggali mekanis untuk membersihkan puing-puing, sementara orang yang terluka dibawa dengan tandu ke ambulans.

Soylu menggambarkan gempa bumi ini sebagai insiden "Level 3" sesuai dengan rencana tanggap darurat negara itu, yang berarti dia menyerukan respons nasional. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa Turki tidak memerlukan bantuan internasional.

Dia mengatakan Turki—yang mengangkangi garis seismik dan rentan terhadap gempa bumi—telah belajar dari bencana sebelumnya yang membantunya mengatasi insiden hari Jumat. Drone dikerahkan dalam operasi pencarian dan komunikasi antarprovinsi.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) Turki, seperti dikutip Reuters, memperingatkan penduduk untuk tidak kembali ke bangunan yang rusak karena bahaya gempa susulan lebih lanjut. Otoritas itu mengatakan tempat tidur, selimut dan tenda bantuan sedang dikirim ke lokasi pengungsian, di mana suhu semalam mencapai di bawah 0 derajat Celcius.

Media pemerintah di Suriah dan Iran melaporkan gempa Turki juga terasa di negara-negara itu. Media lokal di Lebanon mengatakan kota-kota Beirut dan Tripoli juga merasakan gempa.

Turki memiliki sejarah gempa bumi yang kuat. Lebih dari 17.000 orang tewas pada Agustus 1999 ketika gempa magnitudo 7,6 melanda kota barat Izmit, 90 km tenggara Istanbul. Sekitar 500.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Pada 2011 sebuah gempa bumi melanda kota timur Van dan kota Ercis yang menewaskan sekitar 523 orang.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak