alexametrics

Kapal Induk Baru AS Diberi Nama Doris Miller Si Pelaut Kulit Hitam

loading...
Kapal Induk Baru AS Diberi Nama Doris Miller Si Pelaut Kulit Hitam
Pangkalan Pearl Harbor, Amerika Serikat, hancur saat diserang Jepang selama Perang Dunia II. Foto/REUTERS/File Photo
A+ A-
WASHINGTON - Doris Miller, seorang pelaut kulit hitam yang bertempur dalam Perang Dunia II dipuji sebagai salah satu pahlawan perang Amerika Serikat (AS). Untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, nama pelaut keturunan Amerika-Afrika ini diabadikan sebagai nama kapal induk baru Amerika.

Doris Miller mendapatkan "Navy Cross" atas tindakannya selama serangan Jepang di Pearl Harbor Hawaii pada tahun 1941. Pada saat itu, militer AS dipisahkan dengan alasan rasial. Miller menjadi ikon bagi orang kulit hitam Amerika dalam konflik.

Dipilihnya nama Miller untuk kapal induk baru AS terjadi setelah lebih dari 78 tahun serangan di Pearl Harbor. Biasanya, nama-nama kapal induk Amerika diambil dari nama pertempuran terkenal, pemimpin militer dan presiden Amerika.



Pengumuman resmi penamaan kapal induk Miller dijadwalkan pada hari Senin (20/1/2020) di Pearl Harbor, tepat pada hari ulang tahun Martin Luther King Jr. Pearl Harbor adalah situs stasiun Angkatan Laut AS yang besar dan pangkalan Armada Pasifik Amerika.

Siapa Doris Miller?

Miller lahir pada tahun 1919 di Texas, anak ketiga dari empat bersaudara. Dia dinamai Doris, karena ibunya mengira akan memiliki seorang gadis. Pelaut kulit hitam itu lebih sering dipanggil dengan nama "Dorie".

Undang-Undang Jim Crow—sistem kebijakan yang menolak hak warga kulit hitam Amerika dan memisahkan mereka dari warga kulit putih—telah membuat dominasi warga kulit putih di wilayah selatan AS pada saat itu. Setelah putus sekolah dan berjuang untuk mendapatkan pekerjaan, Miller bergabung dengan Angkatan Laut pada tahun 1939 pada usia 20 tahun.

"Kebijakan Angkatan Laut pada waktu itu membatasi orang kulit hitam untuk tugas-tugas yang bersifat manual, yang mereka pikir tidak memerlukan banyak kecerdasan," kata sejarawan Regina Akers kepada CBS News.

Setelah pelatihan, Miller diangkat menjadi petugas yang berantakan—seseorang yang hanya bertugas merawat petugas kulit putih—dan pada tahun 1940 ia ditugaskan di kapal perang West Virginia.

Kapal perang West Virgini adalah yang pertama tenggelam pada 7 Desember 1941 oleh serangan torpedo Jepang. Serangan kejutan Jepang di Pearl Harbor saat itu menewaskan lebih dari 2.300 orang dan menyeret AS ke dalam Perang Dunia II.

Miller saat itu berlari untuk membantu rekan-rekan sesama pelaut AS. Dia pertama-tama memindahkan kaptennya yang terluka parah ke tempat berlindung, sebelum akhirnya menggunakan senjata anti-pesawat terbang—tindakan berani yang melanggar peraturan karena statusnya sebagai pelaut kulit hitam. Aksinya berhasil menembak balik banyak pesawat Jepang di atas kepalanya.

"Itu tidak sulit. Saya hanya menarik pelatuknya dan dia bekerja dengan baik," katanya setelah aksinya saat itu, seperti dikutip situs web Naval History and Heritage Command.

"Saya rasa sata punya salah satu pesawat (Jepang) itu. Mereka menukik cukup dekat dengan kita," ujarnya.

Dia menembak sampai kehabisan amunisi, sebelum membantu rekan-rekannya yang terluka. Dia meninggalkan kapal bersama para penyintas saat kapal perang West Virginia tenggelam ke dasar pelabuhan.

Media-media Barat kala itu menjuluki Miller sebagai "malaikat pelindung" di Pearl Harbor. Pada Januari 1942, Angkatan Laut AS mengumumkan daftar pujian untuk prajurit AS di Pearl Harbor, termasuk satu untuk seorang pria kulit hitam yang tidak disebutkan namanya.

Dua bulan kemudian, Pittsburgh Courier mengungkapkan pelaut yang tak disebutkan namanya itu adalah Doris Miller. "Tidak ada lagi namanya yang tidak dikenal," tulis laporan media tersebut.

Segera setelah itu, seorang senator dan anggota Kongres meluncurkan rancangan undang-undang terpisah di kedua majelis Kongres yang menyerukan Miller untuk menerima Medal of Honor, sebuah kehormatan militer tertinggi di AS. Kelompok-kelompok pembela hak asasi warga Afrika-Amerika juga mengampanyekan Miller untuk mendapatkan penghargaan atas tindakannya. Sedangkan media-media setempat memujinya sebagai salah satu "pahlawan perang pertama AS".

Namun, ada kelompok-kelompok lain yang berkampanye menentang pengakuan apa pun atas peran Miller dengan alasan rasnya.

Pada bulan Mei tahun itu, Presiden Franklin Roosevelt mengabaikan kontroversi dan menghadiahkannya "Navy Cross" atau "Salib Angkatan Laut". Itu merupakan penghargaan tertinggi ketiga yang diberikan oleh Angkatan Laut AS.

Miller sejak itu melakukan tur sebagai pembicara dan menjadi selebriti nasional. Namun, dia kembali ke laut di atas kapal induk Liscombe Bay. Dia terbunuh ketika kapal itu ditenggelamkan oleh kapal selam Jepang dalam Pertempuran Makin pada November 1943.

Kendati demikian, warisannya tetap hidup sebagai salah satu pahlawan Afrika-Amerika pertama dari Perang Dunia II. Cuba Gooding Jr memainkan peran Doris Miller dalam film Pearl Harbor 2001, sementara Waco meluncurkan patung Miller pada 2017.

Sekarang kapal induk baru yang diberi nama Doris Miller akan diluncurkan pada 2028.

"Ini luar biasa," kata sejarawan Regina Akers kepada CBS News."Keputusan itu menunjukkan bahwa kepahlawanan sama sekali tidak dibatasi oleh ras, gender, latar belakang atau peringkat."
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak