alexametrics

Taliban-Pemerintah Afghanistan Belum Sepakat Soal Gencatan Senjata

loading...
Taliban-Pemerintah Afghanistan Belum Sepakat Soal Gencatan Senjata
Delegasi negositor damai Taliban. Taliban dan pemerintah Afghanistan belum menemui kata sepakat soal gencatan senjata. Foto/Istimewa
A+ A-
KABUL - Perundingan Pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban di Doha, Qatar, tampaknya belum menemui kata sepakat terkait dengan road map untuk mencapai perdamaian komprehensif melalui gencatan senjata.

Taliban sejatinya telah berkomitmen untuk mengurangi kekerasan sebagai langkah awal kesepakatan gencatanan senjata resmi dengan pemerintah Afghanistan. Pemimpin Taliban, Mullah Habitullah, diperkirakan akan berjanji untuk mengurangi kekerasan secara tertulis.

Namun tampaknya pemerintah Afghanistan di Kabul menganggap janji semacam itu tidak cukup. Mereka ingin mengajak Taliban langsung melompat ke perjanjian gencatan senjata.



"Pengurangan kekerasan tidak jelas, kami menginginkan gencatan senjata, itulah sebabnya kami berkeras gencatan senjata. Perang bukan untuk kepentingan Taliban dan sejauh ini tidak membawa atau mendapatkan prestasi apa pun," kata juru bicara kepresidenan Afghanistan, Sediq Sediqqi, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (19/1/2020).

Ia menambahkan bahwa sekarang pemerintah Afghanistan mendapat informasi tentang kemajuan pembicaraan di Qatar, mereka dapat diharapkan membawa hasil.

Pada gilirannya, Taliban melihat pengurangan kekerasan sebagai langkah menuju gencatan senjata komprehensif. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung kelompok itu Jalaluddin Shinwari.

"Kami berharap bahwa pengurangan kekerasan akan berubah menjadi gencatan senjata; hasil dari saran Taliban tentang kekerasan juga telah disampaikan kepada (Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay) Khalilzad dan definisi pengurangan kekerasan telah diuraikan, tetapi untuk (mencapai) perdamaian kedua belah pihak harus fleksibel," ucap Shinwari.

Namun bagi Kabul, gencatan senjata didahulukan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Rohullah Ahmadzai mengatakan kepada Sputnik bahwa tentara Afghanistan akan terus memerangi Taliban sampai kelompok itu setuju untuk meletakkan senjata.

"Pasukan Afghanistan berjuang untuk perdamaian, kami menginginkan perdamaian radikal dan pihak lawan tidak menginginkan perdamaian yang mendasar. Di beberapa provinsi, Taliban telah meletakkan senjata mereka dan memiliki kehidupan yang layak atau baik. Jika Taliban memilih jalan ini, itu adalah untuk kepentingan semua warga Afghanistan," ujar Ahmadzai.

Dalam mengejar pengakuan, Taliban telah memimpin pemberontakan melawan pemerintah Afghanistan sejak awal 2000-an. Mereka juga meminta semua pasukan asing untuk mundur dari negara itu. Kelompok itu dituduh menyediakan tempat berlindung yang aman bagi organisasi teroris seperti al-Qaeda dan Negara Islam (IS dulu ISIS).

Selama tahun lalu, Amerika Serikat (AS) mengadakan sejumlah pembicaraan damai dengan Taliban dalam upaya untuk mendorong kelompok itu untuk memutuskan hubungan dengan teroris dan memulai pemulihan hubungan dengan pemerintah Afghanistan, sekaligus membuka jalan bagi pasukan AS untuk menarik diri. Sejauh ini belum ada hasil signifikan yang dicapai selama pembicaraan ini.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak