alexametrics

Khamenei: Serangan Iran pada Target AS Tunjukkan 'Tangan Tuhan'

loading...
Khamenei: Serangan Iran pada Target AS Tunjukkan Tangan Tuhan
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berpidato di Teheran, Iran. Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan saat khotbah Jumat bahwa serangan rudal Iran pada target AS di Irak menunjukkan Iran mendapat dukungan Tuhan dalam "menampar wajah" kekuatan dunia.

Saat khotbah Jumat pertama sejak 2012 di Teheran, Khamenei juga menyatakan sanksi AS tidak akan membuat Iran tunduk. Ribuan orang yang mengikuti salat Jumat itu berkumpul di Teheran dan berkumpul di jalanan di luar masjid sambil meneriakkan "Kematian untuk Amerika".

Khotbah itu dilakukan setelah pemerintah menghadapi unjuk rasa mengecam penembakan pesawat Ukraina secara tidak disengaja oleh militer Iran.



"Fakta bahwa Iran memiliki kekuatan untuk memberikan tamparan semacam itu pada kekuatan dunia menunjukkan tangan Tuhan," papar Khamenei yang menyebut pembunuhan komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani menunjukkan "sifat teroris" AS.

Sebelumnya, militer AS mengakui 11 tentaranya dirawat untuk gejala gegar otak setelah serangan rudal Iran di pangkalan Irak tempat pasukan AS ditempatkan.

Pengakuan itu muncul setelah sebelumnya militer AS menyangkal tak ada tentaranya yang terluka dalam serangan itu.

Serangan Iran itu sebagai pembalasan atas serangan drone AS di Baghdad pada 3 Januari yang menewaskan komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani.

Presiden AS Donald Trump dan militer AS menyatakan sebelumnya, tak ada korban setelah serangan di pangkalan udara Ain al-Asad, Irak barat dan fasilitas di utara wilayah Kurdi.

"Meski tak ada anggota personil AS yang tewas pada serangan Iran 8 Januari di pangkalan udara Al Asad, beberapa dirawat dengan gejala gegar otak akibat ledakan dan masih dilakukan penilaian," papar Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS.

Sebagai langkah pencegahan, beberapa personil dibawa ke fasilitas AS di Jerman atau Kuwait untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat dinyatakan fit untuk tugas, anggota personil akan kembali ke Irak," ujar dia, dilansir Reuters.

Sebanyak 1.500 tentara AS dikerahkan di pangkalan di gurun Anbar, Irak.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak