Jenderal Minsk: Rudal Oreshnik Rusia di Belarusia Jawaban untuk Misil Tomahawk AS di Jerman
Minggu, 08 Desember 2024 - 10:27 WIB
loading...
A
A
A
"Keputusan untuk menempatkan sistem rudal Oreshnik di wilayah Republik Belarusia telah dibuat sebagai tanggapan atas langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat dan Jerman untuk menempatkan rudal jarak menengah di Eropa," kata jenderal Minsk tersebut.
Selama pertemuan puncak NATO pada bulan Juli, Washington dan Berlin mengumumkan bahwa Standard Missile-6 (SM-6) multiguna, rudal jelajah serang darat Tomahawk, dan rudal hipersonik yang masih dalam tahap pengembangan akan ditempatkan di Wiesbaden, Jerman, mulai tahun 2026 dan seterusnya.
Misil SM-6 memiliki jangkauan hingga 460 km (290 mil), sementara rudal jelajah Tomahawk dapat menyerang target sejauh lebih dari 2.500 km, membuatnya mampu menjangkau Moskow, St Petersburg, dan kota-kota besar Rusia lainnya.
Langkah tersebut sebelumnya dilarang berdasarkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) tahun 1987, yang kemudian ditarik secara sepihak oleh AS pada tahun 2019 dengan tuduhan Rusia melanggar ketentuan tersebut.
Namun, setelah pertemuan puncak NATO bulan Juli, Putin mengatakan bahwa Rusia akan menganggap dirinya bebas untuk melanjutkan pengerahan rudal jarak menengah, dan akan mengambil “respons cermin" sebagai tanggapan atas keputusan AS-Jerman.
Selama pertemuan puncak NATO pada bulan Juli, Washington dan Berlin mengumumkan bahwa Standard Missile-6 (SM-6) multiguna, rudal jelajah serang darat Tomahawk, dan rudal hipersonik yang masih dalam tahap pengembangan akan ditempatkan di Wiesbaden, Jerman, mulai tahun 2026 dan seterusnya.
Misil SM-6 memiliki jangkauan hingga 460 km (290 mil), sementara rudal jelajah Tomahawk dapat menyerang target sejauh lebih dari 2.500 km, membuatnya mampu menjangkau Moskow, St Petersburg, dan kota-kota besar Rusia lainnya.
Langkah tersebut sebelumnya dilarang berdasarkan perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) tahun 1987, yang kemudian ditarik secara sepihak oleh AS pada tahun 2019 dengan tuduhan Rusia melanggar ketentuan tersebut.
Namun, setelah pertemuan puncak NATO bulan Juli, Putin mengatakan bahwa Rusia akan menganggap dirinya bebas untuk melanjutkan pengerahan rudal jarak menengah, dan akan mengambil “respons cermin" sebagai tanggapan atas keputusan AS-Jerman.
Lihat Juga :