alexametrics

Pertumbuhan Pengaruh China Guncang Asia Tenggara Saat AS Melemah

loading...
Pertumbuhan Pengaruh China Guncang Asia Tenggara Saat AS Melemah
Bendera China berkibar di depan Pavilion China di Shanghai World Expo, Shanghai, 30 April 2010. Foto/REUTERS/Alfred Jin
A+ A-
SINGAPURA - Pertumbuhan pengaruh ekonomi dan politik China di Asia Tenggara semakin menjadi sumber kekhawatiran saat pengaruh Amerika Serikat (AS) melemah di era Presiden Donald Trump.

Hasil survei bertema The State of Southeast Asia itu diungkap setelah meminta pendapat 1.300 responden yang terdiri atas para pejabat, akademisi dan profesional lainnya.

Menurut survei itu, tingkat ketidakpercayaan pada China meningkat lebih dari 60% dari sebelumnya di bawah 52% pada 2019. Hampir 40% menyatakan mereka berpikir China adalah "kekuatan revisionis dan bermaksud mengubah Asia Tenggara menjadi wilayah pengaruhnya."



"Wilayah ini khawatir dengan pengaruh substansial China dan pengaruh yang masih tumbuh itu muncul dari ketidakpastian tentang bagaimana China menggunakan kekuatannya yang besar sekali," ungkap Tang Siew Mun dari ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura yang menggelar survei itu.

"Ketegasan China di Laut China Selatan dan kegemaran Beijing menjadikan perdagangan sebagai senjata cukup menyebabkan kekhawatiran bahwa kebangkitan China mungkin tidak sedamai seperti tujuan awalnya," papar Tang, dilansir Reuters.

Misalnya, pada salah satu isu terkini yang paling penting, masa depan jaringan 5G, Huawei dan perusahaan telekomunikasi China lainnya dianggap lebih baik dibandingkan pesaing asal AS, meski AS menuduh peralatan Huawei dapat digunakan untuk spionase.

Hampir 80% responden menganggap China sebagai kekuatan ekonomi paling berpengaruh, naik dari 73% pada 2019. Sebanyak 52% menyatakan China kekuatan politik paling penting dan strategis, naik dari 45%.

Mayoritas responden yang memilih Beijing itu menyatakan mereka khawatir dengan pertumbuhan pengaruh China tersebut.

Responden dari Vietnam dan Filipina paling tidak percaya pada China.

Lebih dari tiga per empat responden menyatakan kedekatan AS dengan Asia Tenggara berkurang di era Trump dibandingkan pendahulunya, Barack Obama.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak