alexametrics

AS: China Kurangi Dukungan Ekonomi pada Maduro di Venezuela

loading...
AS: China Kurangi Dukungan Ekonomi pada Maduro di Venezuela
Presiden China Xi Jinping (kanan) berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, 21 Juli 2014. Foto/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
A+ A-
WASHINGTON - Utusan khusus pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Venezuela Elliott Abrams menyatakan China tampaknya mengurangi dukungan ekonomi pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

China juga mengakui berkurangnya dukungan itu lebih banyak karena sanksi AS terhadap Venezuela. "Saat aktivitas ekonomi Chian berkurang, Maduro dan pemerintahan sosialisnye menjadi lebih tergantung pada Rusia dan raksasa minyak Rosneft sebagai garis hidup keuangannya agar tetap berkuasa," papar Abrams pada Reuters.

Abrams menjelaskan, "Keterlibatan China di Venezuela berkurang, tidak tumbuh karena Beijing semakin khawatir tentang salah manajemen ekonomi dan korupsi dalam pemerintahan Maduro."



Saat ini AS dan puluhan negara lain mengakui tokoh oposisi Juan Guaido sebagai presiden yang sah di Venezuela.

"Ini terutama pandangan mereka bahwa ini kacau," ujar Abrams yang menambahkan pendapat itu berasal dari para pejabat China yang mengungkapkannya secara pribadi.

Dia menolak menjelaskan dengan rinci tentang bagaimana China mulai mundur di Venezuela. Dia hanya mengatakan, "Kami tidak mengetahui ada pinjaman baru atau investasi Chian pada 2019."

Namun saat ditanya tentang komentar Abrams, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, "Setelah beberapa dekade pertumbuhan hubungan ekonomi, saat ini China dan Venezuela berhenti atau mengurangi beberapa kerja sama kita, terutama karena sanksi dan faktor lain."

"Sanksi adalah akar penyebab di balik memburuknya kehidupan rakyat Venezuela setiap hari. China mendesak negara-negara terkait segera menghentikan sanksi sepihak terhadap Venezuela," papar Kemlu China.

Dua negara membangun kemitraan ekonomi sejak awal 2000 di era pemimpin Hugo Chavez yang perlu dana dan China membutuhkan minyak mentah untuk pertumbuhan ekonominya.

Namun saat pertumbuhan China melemah dan harga minyak mentah turun pada 2014, China tak banyak diuntungkan dalam hubungan itu. Venezuela berutang pada Chian sekitar USD20 miliar.
(sfn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak